Skip to content

Tak Cukup Hanya Rambu, Jalan Ini Ditutup Beton

8 Februari 2016

rambu batu1

PEMERINTAH wajib menyediakan rambu dan marka jalan. Kelengkapan infratruktur jalan itu diharapkan mampu membuat para pengguna jalan menjadi lebih selamat, serta aman dan nyaman. Tentu dengan catatan, rambu dan marka jalan tadi ditaati oleh para pengguna jalan. Bagaimana jika tidak ditaati?

Di salah satu sudut Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, persisnya sebelum Kedutaan Besar Belanda, banyak tersebar rambu jalan. Mulai dari rambu yang menyatakan ada halte bus, larangan berhenti, larangan berbelok kiri hingga larangan masuk.

Nah, di jalan yang persis di samping halte bus, bahkan dipasang dua rambu, yakni larangan berbelok kiri dan larangan masuk. Jalan itu tak lebih dari 100 meter setelah perempatan Jl HR Rasuna Said yang bertemu dengan Jl Gatot Subroto. Rambu tadi tampaknya dibuat agar tidak terjadi antrean kendaraan yang hendak berbelok ke kiri. Pasalnya, antrean tadi menciptakan kemacetan yang ekornya hingga menjelang jalan menuju kawasan bisnis terkemuka di Jakarta itu.

Oh ya, jalan yang diberi rambu larangan berbelok tersebut menghubungkan Jl HR Rasuna Said dengan Jl Denpasar, Jakarta Selatan.

Ternyata, sejak dipasang dua rambu tersebut ulah para pengguna jalan yang berbelok ke kiri tetap berlangsung. Melihat gelagat itu sang penanggung jawab jalan lalu memasang jejeran beton, tapi menyisakan celah untuk dilalui satu mobil yang hendak ke luar menuju Jl HR Rasuna Said.

Lagi-lagi, beton itu pun tak membuat jera para pengguna jalan yang hendak berbelok ke kiri. Mereka tetap nyelonong, baik itu mobil maupun sepeda motor. Lagi-lagi, melihat ulah para pelanggar rambu tadi, akhirnya dipasanglah jejeran batu besar dan pecahan beton besar. Praktis, sejak itu pengendara yang hendak berbelok ke kiri sudah tidak bisa lagi.

Inilah salah satu fakta bahwa untuk membangun disiplin mesti ada paksaan. Ketika para pengendara dipaksa oleh jejeran beton dan batu, akhirnya mereka berputar di tempat yang telah diizinkan. Jarak tempat berbelok ke kiri yang legal sebenarnya juga tidak terlalu jauh, yakni kurang dari 100 meter. Jadi? (edo rusyanto)

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. 8 Februari 2016 17:37

    endonesah maunya yang cepat dan dekat aja.. hehe

  2. 8 Februari 2016 17:50

    dipaksa biar patuh

  3. gilaroda2ga permalink
    8 Februari 2016 19:11

    Sdm nekat dilawan…

  4. 18 Februari 2016 16:41

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: