Skip to content

Saat Pesepeda Motor Memasuki Peradaban Baru

31 Januari 2016

ibc diskusi jan 2016

DUNIA terus berputar. Penemuan demi penemuan terus bermunculan. Teknologi kian berkembang dan makin memudahkan kehidupan manusia.

Manusia terus berubah. Pada masa lampau asap dipakai oleh suku Indian untuk berkomunikasi. Lalu, dunia juga pernah menggunakan burung mengirim kabar via surat. Belakangan kita mengenal telegram, telepon, seluler, hingga internet.

Kini, dunia digenggaman tangan. Urusan negara, keluarga, hingga asmara ditentukan jemari tangan.

Teknologi informasi mengubah peradaban manusia, termasuk di jalan raya. Lihat saja di sejumlah negara maju. Ketika sistem teknologi informasi disinergikan CCTV pengaturan lalu lintas jalan kian humanis. Pengawasan dan penegakan hukum yang dibalut elektronik membuat sistem masyarakatnya kian transparan. Lihat saja misalnya di Singapura.

Electronic law enforcement (ELE) membawa pengguna jalan pada tataran berbeda. Para pengguna jalan dapat lebih menaati sistem hukum yang berlaku. Pada gilirannya fatalitas kecelakaan lalu lintas dapat dipangkas.

Banyak cara untuk mati. Tanpa diminta dia datang sendiri. Sedikit cara untuk hidup dan harus dicari termasuk di jalan raya. Itu tidak mudah.

Di jalan raya sudah amat banyak faktanya. Kepolisian mengelompokkannya dalam 4 faktor; manusia, alam, jalan, & kendaraan.

Kita harus mencari jalan untuk hidup di jalan raya. Terhindar dari 70-an orang yang meregang nyawa setuap hari akibat kecelakaan jalan.

Kesemua itu mencuat dalam diskusi "Memanfaatkan Teknologi Informasi Dalam Meningkatkan Keamanan dan Keselamatan di Jalan" yang digelar Independent Bikers Club (IBC), di Jakarta, Sabtu, 30 Januari 2016.

Diskusi diikuti 25 kelompok pesepeda motor. Sedangkan dua pembicara dihadirkan dari perusahaan seluler Telkomsel dan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Dalam diskusi itu bergulir tentang gagasan keluarnya produk seluler untuk menopang keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pesepeda motor. Teknologi berbasis GPS yang dibalut seluler dan teknologi informasi itu kian mengukuhkan konvergensi otomotif dengan teknologi seluler.

Salah satu inti sari diskusi adalah bahwa kefaedahan teknologi tergantung hati nurani dan akal sehat para penggunanya. Hal itu termasuk di jalan raya, jika kita ingin mewujudkan jalan raya yang humanis. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: