Lanjut ke konten

Keselamatan di Ujung Jempol

23 Januari 2016

lampu-isyarat-belok_didi

DULU ada pepatah mengatakan, mulut mu, harimau mu. Kini, jempol mu, keselamatan mu. Loh?

Iya, nggak percaya? Coba aja di jalan raya. Begitu sepeda motor berbelok atau putar arah seenaknya alias nggak nyalain lampu sein, bakal bikin nggak selamat. Padahal, urusan berbelok tadi itu hanya persoalan sedekat jempol. Maksudnya, untuk menyalakan lampu isyarat atau lampu sein sepeda motor cukup dengan menjentikan jempol untuk menggeser tuas lampu.

Amat mengherankan jika untuk berbelok saja masih ada yang abai untuk menyalakan lampu sein. Padahal, langkah untuk menyalakan lampu berwarna orange itu tidak butuh tenaga besar. Sekali lagi, cukup menjentikan jempol jari tangan.

Kita kerap dibuat jengkel dengan ulah pengendara yang berbelok arah atau berputar arah seenaknya tanpa memberi lampu isyarat. Bukan apa-apa, gara-gara hal yang dianggap kecil itu bisa menimbulkan tabrak samping. Atau, membuat pengendara di belakangnya menjadi terpelanting.

Betul bahwa seluruh pengguna jalan mesti konsentrasi dengan senantiasa fokus dan waspada, terlebih mereka yang berada di belakang kendaraan lain. Namun, eloknya semua pengendara juga memenuhi hak dan kewajibannya. Dalam urusan berbelok, kewajiban pengendara adalah memberikan lampu isyarat alias lampu sein. Tujuannya itu tadi agar menghindari terjadinya insiden kecelakaan yang memilukan. Barangkali ada yang lupa, hal gede kerap diawali oleh hal yang dianggap sepele.

Betul, membiasakan sesuatu lebih mudah jika dilakukan secara sukarela. Dalam urusan berkendara, terciptanya kebiasaan juga lebih afdol secara sukarela sekaligus dengan penuh kesadaran akan keselamatan di jalan raya. Tak hanya untuk kepentingan diri sendiri, tapi juga untuk semua pengguna jalan, bahkan demi keluarga tercinta di rumah.

Salah satu kebiasaan yang mesti diciptakan adalah menyalakan lampu isyarat sein ketika berpindah lajur atau berputar arah. Misal, ketika hendak berbelok, bila sudah terbiasa menyalakan lampu sein akan amat membantu pengguna jalan lainnya, terlebih bagi pengendara yang ada di bagian belakangnya. Tentu, setelah berbelok, jangan lupa matikan lagi lampu seinnya. Serta, jangan lupa, kalau mau belok ke kanan, kasih lampu sein kanan, jangan sebaliknya. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. underyoke permalink
    24 Januari 2016 08:10

    Sepele namun vital.

    Yang bahaya juga, habis main sein… Terus lupa balikin lagi… Bikin yg lain kagok…
    Sein kiri..tapi beloknya kekanan…
    😀

  2. 18 Februari 2016 16:42

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: