Skip to content

Belajar dari Orang Mabuk

22 Januari 2016

garis putih sikat5

DALAM suatu kesempatan diskusi keselamatan jalan di Jakarta, beberapa waktu lalu, saya bertanya kepada peserta yang masih di sekolah menengah atas.

“Pernah lihat orang mabuk?”

“Pernah..” jawab peserta.

“Apakah mereka sadar dan bisa nyambung kalau diajak berbicara?”

Ada yang menjawab, “Orang mabuk pasti nggak sadar dan kalau diajak ngomong gggak nyambung pak.”

Tapi, ada juga yang menjawab, “Nggak berani nanya pak, orang dia mabuk. Nanti repot urusannya.”

Pertanyaan saya kepada peserta dalam diskusi itu untuk membuka jawaban atas pertanyaan dari salah satu siswi berhijab yang bertanya seperti ini.

“Bagaimana cara memberitahu orang yang melanggar peraturan di jalan raya? Soalnya, saya lihat banyak yang melanggar marka jalan, berhenti di atas zebra cross dan saya ingin memberitahu mereka bahwa itu tindakan salah dan melanggar aturan.”

Menyampaikan pesan apalagi berupa ajakan kebaikan merupakan perbuatan mulia. Namun, agar pesan bisa diterima dengan baik memiliki persyaratan mutlak yakni sang penerima pesan dalam kondisi siap menerima pesan yang dikirim. Sang penerima pesan dalam kondisi sadar, bisa bernalar, dan tentu saja tidak menyudutkan apalagi menyalahkan. Terkait hal yang terakhir, tujuannya agar yang bersangkutan tidak melakukan resistensi yang menjadi sifat dalam penolakan ketika dipersalahkan.

Ketika para pelanggar aturan dianalogikan kondisi orang yang sedang larut dalam mabuk, maka pesan yang disampaikan akan sulit dicerna dengan sempurna. Apalagi bila dalam kondisi mabuk berat, yang ada urusannya menjadi lebih repot. Alangkah baiknya menyampaikan pesan atau ajakan dalam kondisi orang tidak mabuk.

Pernah dengar istilah mabuk asmara? Coba saja simak perilakunya, kadang tak selaras dengan logika. Kalau kata orang, kalau cinta sudah melekat dan memabukkan, pil pahit pun akan terasa semanis coklat. (edo rusyanto)

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. andra permalink
    22 Januari 2016 11:56

    Seringnya malah digalakkin sama para pelanggar itu….

    • 22 Januari 2016 11:58

      iyah, cukup beri contoh ajah yah? 🙂

  2. 22 Januari 2016 13:32

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: