Skip to content

Alasan Menteri Perindustrian Mendukung Perakit TV Bekas

19 Januari 2016
????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

SIANG ini, Selasa, 19 Januari 2016, sebuah pesan elektronik masuk ke laptop saya. Dari ratusan surat elektronik, surat yang satu ini cukup menggoda perhatian saya. Pengirimnya, Dhenok Pratiwi, associate campaigner Change.org Indonesia.

Begini petikan surat elektronik itu.


Cerita perakit TV dari barang bekas asal Karanganyar, Kusrin, berakhir manis. Sejak TV rakitan buatannya dibakar oleh Kejaksaan Karanganyar, dukungan terhadap Kusrin melalui petisi change.org/SaveKusrin mengalir deras. Setelah didukung lebih dari 27 ribu orang dalam waktu enam hari, akhirnya tujuan dari petisi tersebut tercapai. Pagi ini, Menteri Perindustrian menyerahkan secara langsung Sertifikat Produk Penggunaan Tanda – Standar Nasional Indonesia (SPPT – SNI) kepada Muhammad Kusrin.

Ya. Inilah salah satu wujud bagaimana media sosial bisa mengakomodasi aspirasi publik sehingga para pemangku kepentingan ikut merespons. Kepedulian pemerintah terhadap industri kecil amat mutlak. Apalagi, industri kecil juga ikut menyerap tenaga kerja.

Ini respons Menteri Perindustrian, Saleh Husin, yang tertuang di dalam laman change.org.

19 Jan 2016 — Teman-teman yang baik,

Beberapa waktu lalu saya mendengar soal Kusrin dari media dan media sosial. Seorang putra daerah Karanganyar, Jawa Tengah, membuat kita semua kagum atas kreativitas dan kerja kerasnya. Ini mengingatkan kita sekali lagi bahwa Indonesia bisa membuat produk-produk yang tak kalah dengan negara lain.

Saya mendengar dan mengapresiasi dukungan puluhan ribu orang melalui petisi ini. Karenanya, hari ini saya selaku Menteri Perindustrian akan menyerahkan SPPT-SNI CRT TV kepada UD Haris Elektronika (atau yang lebih dikenal dengan Pak Kusrin).

Kemenperin akan melakukan pembinaan pada Pak Kusrin dan pemilik-pemilik usaha serupa untuk mendapat pelatihan dan bahkan mengawal hingga mendapat sertifikat SNI. Apa yang dilakukan Kusrin dengan membuka lapangan kerja bagi banyak orang hanya bermodal barang bekas adalah hal yang luar biasa. Bayangkan apa yang dapat dicapai pemilik usaha seperti Kusrin dengan pembinaan lebih lanjut.

Harapan saya agar Kusrin bisa melanjutkan dan mengembangkan usahanya lebih besar lagi dan produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar dan menarik untuk pasar. Dan yang terpenting, agar banyak orang lainnya terinspirasi untuk membanggakan rakyat Indonesia dengan produk buatannya. Tak terbatas dengan status, tingkat pendidikan, atau daerahnya. 

Saya berharap Disperindag di daerah dapat mengindentifikasi potensi kreativitas masyarakat untuk dibina menjadi industri yang lebih baik dan bernilai tambah.

Kementerian Perindustrian sangat terbuka dengan berbagai masukan dari masyarakat. Dan saya akan berusaha sekeras-kerasnya untuk memajukan perindustrian di Indonesia, mulai dari skala terkecil sekalipun.

Salam,

Saleh Husin
Menteri Perindustrian

Nah, kalau kepada sektor tv dari barang bekas begitu antusiasnya pemerintah mendukung, bagaimana dengan sektor lain? Misal, sektor sepeda motor lokal. (edo rusyanto)

foto: kemenperin.go.id

Iklan
8 Komentar leave one →
  1. 19 Januari 2016 15:43

    manteb….ijin share ya om…

    • 19 Januari 2016 17:09

      silakan kawan, semoga berfaedah.

  2. 19 Januari 2016 15:46

    Reblogged this on yht2506 and commented:
    Media sosial sekali lagi menunjukkan kedigdayaannya…. Mudah mudahan langkah Menteri Perindustrian bisa membangkitkan industri dalam negeri yang sebetulnya memiliki potensi…. Nah bagaimana dengan sepeda motor nasional dan mobil nasional?

  3. 19 Januari 2016 16:12

    Reblogged this on Suetoclub's Blog and commented:
    Ayo dukung orang-orang kreatif di Indonesia lewat petisi change.org

  4. 19 Januari 2016 21:01

    Nah ini baru positif… moga2 besoknya kayak polytron, tv lokal rasa internasional

    ==========
    Honda Mobilio Facelift 2016 Diluncurkan Dengan Dashboard Jazz, Siap-Siap Owner Mobilio Lawas Mbatin
    http://wp.me/pjIYW-1Xt

  5. 20 Januari 2016 07:25

    Dear Pak Edo,

    Maaf kalau salah tempat untuk bertanya. Saya ingin bertanya, bahu jalan tol itu sebenarnya diperbolehkan untuk iring-iringan pejabat nggak sih Pak? Termasuk Presiden sekalipun sebenernya diperbolehkan lewat bahu jalan nggak Pak? Mohon pencerahannya. Terima kasih

  6. diyan permalink
    20 Januari 2016 17:12

    Top bgt…..

    Sayangnya kmarin sdh ratusan yg dibakar….

    Smoga pejabat2 mulai melek, tdk asal “bersembunyi” dibalik “aturan”.

  7. 21 Januari 2016 06:50

    ya baguslah,,,, moga tambah maju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: