Skip to content

Mengajarkan Anak-anak Panti Asuhan Soal Road Safety

17 Januari 2016

IMG-20160117-WA0001

Jakarta – Keprihatinan pada meruyaknya anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan membuat kelompok Mixe Moge (MiMo), komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau), dan komunitas Wisata Panti bahu membahu. Keduanya menggulirkan jurus menanamkan perilaku berlalulintas jalan yang aman dan selamat (road safety) sejak dini kepada belasan anak di bawah umur di Yayasan Yatim Piatu, Jakarta Selatan.

“Kami mengemas acaranya dengan sedikit berbeda,” ujar Luthfi, ketua MiMo di Jakarta, Minggu, 17 Januari 2016, siang.

Perbedaannya, kata dia, mengawinkan teori dengan praktik berkendara dengan berkeliling Jakarta. Anak-anak usia belasan tahun itu diajarkan teori berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Lalu, mereka mereka dibonceng naik sepeda motor keliling Jakarta sambil diajarkan cara berlalulintas jalan yang selamat. “Kami ajarkan bagaimana memakai helm dan berhenti yang benar ketika berlalulintas jalan,” ujar Luthfi.

Dia menegaskan, MiMo sebagai kelompok pengguna sepeda motor gede (moge) ingin ikut peduli menanamkan bersepeda motor yang aman dan selamat (safety riding) ke masyarakat. Kepedulian tersebut sebagai upaya mewujudkan lalu lintas jalan yang minim fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Menurut Ketua Kopcau, bro Iful, menanamkan kesadaran berlalulintas sejak dini bisa menyelamatkan generasi penerus dari ancaman petaka jalan raya. Hal itu mengingat saat ini kecelakaan lalu lintas jalan sudah amat mencemaskan. “Tiap hari ada 70-an korban tewas akibat kecelakaan. Sebagian dari mereka adalah anak-anak di bawah umur,” tegasnya.

Karena itu, tambahnya, dalam ajang kali ini pihaknya mengajak anak-anak itu agar mampu mempertahankan diri dari ancaman kecelakaan di jalan. Caranya, memberitahu apa-apa saja faktor pemicu kecelakaan dan upaya mengindarinya. “Dalam kesempatan kali ini kami ulas fakta yang dilihat anak-anak saat berkeliling dan bagaimana hal yang ideal sesuai regulasi yang ada,” jelasnya.

kopcau mimo 2016 bareng

Dia mencontohkan, fakta yang dilihat anak-anak ada pengendara berhenti di atas marka jalan di persimpangan jalan. Padahal, idealnya pengguna jalan berhenti di belakang garis setop. Marka jalan zebra cross bukan tempat berhenti kendaraan melainkan tempat pedestrian menyeberang jalan.

Bagi Edo Rusyanto, koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), menilai, budaya aman dan selamat mutlak ditanamkan sejak dini. Terlebih, kini ada tren anak-anak menjadi pelaku kecelakaan di jalan.

mimo luthfi helm

“Sepanjang lima tahun terakhir, 2010-2015, setiap hari rata-rata ada 13 anak menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan,” ujarnya.

Di sisi lain, tambahnya, pada periode yang sama, setiap hari ada 86 anak-anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan. Mereka ada yang menderita luka ringan, luka berat, dan meninggal dunia.
“Karena itu, menjadi kewajiban kita semua untuk melindungi anak-anak generasi penerus dari petaka jalan raya. Salah satu caranya adalah dengan membekali pengetahuan cara berlalu lintas jalan yang aman dan selamat, sejak dini,” tegas Edo Rusyanto.

Sementara itu, Danu dari Komunitas Wisata Panti mengatakan, pihaknya mengajak 11 anak Rumah Yatim, Kemang, Jakarta Selatan sebagai upaya mengajak mereka berwisata keliling Jakarta. Wisata dengan menunggang moge keliling Jakarta menjadi sesuatu yang berbeda bagi anak panti asuhan.

“Saya senang dapat pengalaman baru. Kepada kakak-kakak dari Mimo terimakasih kami diberi kesempatan dan teruslah mentaati aturan lalu lintas jalan,” ujar Umar, salah seorang anak dari Panti Rumah Yatim. (edo rusyanto)

IMG-20160117-WA0043

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 17 Januari 2016 18:10

    Reblogged this on YUSWANTO.

  2. 20 Januari 2016 08:12

    mantap Eyang edo 🙂

    http://elangjalanan.net/2016/01/20/teknik-slalom-dan-objektifnya-di-jalan-raya-safety-riding-course/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: