Skip to content

Begini Profil Kecelakaan Anak di Bawah Umur Tahun 2015

12 Januari 2016

anak bermotor helm1

ANAK-ANAK di bawah umur, yakni mereka yang belum 17 tahun, masih banyak yang terlibat kecelakaan lalu lintas jalan. Di Jakarta dan sekitarnya, pada 2015, jumlah anak-anak yang terlibat kecelakaan melonjak 49,3%. bahkan, untuk kasus pelanggaran aturan di jalan jumlah lonjakannya lebih fantastis, yakni 92,32%.Miris.

Data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan, pada 2014, jumlah anak yang terlibat kecelakaan sebanyak 144 orang, sedangkan tahun 2015 mencapai 215 orang.

Sementara itu, dari sisi kasus kecelakaan naik 14% menjadi 290 kejadian pada 2015. Artinya, hampir setiap hari terjadi satu kasus kecelakaan yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

“Meningkatnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak diakibatkan oleh beberapa faktor,” jelas Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, dalam pesan tertulis whats app yang saya terima Senin, 11 Januari 2016 malam.

Dia menjelaskan, pertama, dari faktor umur, anak-anak memang belum diperbolehkan mendapatkan surat izin mengemudi (SIM). Kedua, karena belum memiliki SIM dipastikan belum memiliki kompetensi untuk mengemudikan kendaraan bermotor.

Ketiga, kepedulian masyarakat atau orang tua masih bervariasi, bahkan cenderung permisif. Selain itu, pemahaman terhadap aturan relatif masih rendah. “Tingkat kecerdasan emosional, relatif rendah atau labil,” jelas dia.

Jurus Penekan

Budiyanto mengaku, untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dan angkuta jalan, perlu kepedulian dan tanggung jawab para pemangku kepentingan (stake holder). Peran mereka untuk mencari upaya-upaya solutif dan komprenhensif, baik upaya pre-emtif dan preventif yang berorientasi pada hal yang bersifat edukatif.

Kemudian, tambahnya, pada aspek penegakan hukum pun dihindari hal yang berdampak pada terganggunya kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembangnya anak dari aspek psikologis atau trauma yg berkepanjangan.

“Sehingga anak-anak yang berkonflik dengan hukumpun diharapkan ada penyelesaian lewat keadilan restoratif,” ujar dia.

Oh ya, dari sisi pelanggaran, masih dari data Ditlantas Polda Metro Jaya, pada 2014 ada 9.730 pelanggar. Artinya, tahun itu setiap hari rata-rata ada 27 anak-anak yang melakukan pelanggaran.
Sementara itu, pada 2015, jumlah pelanggar melonjak 92,32% menjadi 18.713 pelanggar. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 51 pelanggar per hari. Miris. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 12 Januari 2016 05:20

    Efek sinetron juga pengaruh om… anak smp dan sma belom 17 thn khan? Kok udah bawa motor ya…

    http://singindo.com/2016/01/11/dokter-rica-tri-handayani-tertangkap-di-pangkalan-bun-kalimantan-tengah/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: