Skip to content

Mal Senilai Rp 12 triliun Serbu Jabodetabek

10 Januari 2016

ritel modern depok

APA jadinya jika kawasan berpenduduk 25 juta jiwa lebih diguyur lebih dari 100 mal? Akankah jalan rayanya dipadati arus kendaraan padat merayap, terutama yang menuju atau sekembali dari mal?

Itulah sekilas gambaran kawasan yang terhampar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Inilah lima kota yang tiap hari berkutat dengan kemacetan lalu lintas jalan. Terutama di area-area pusat keramaian, salah satunya di area pusat perbelanjaan modern alias mal. Maklum, di area itu kini banyak orang beraktifitas.

“Saat ini menjadi lebih penting karena bisa memenuhi banyak kebutuhan dasar manusia, seperti makan, belanja dan hiburan, di satu tempat sekaligus,” kata General Manager Mal Metropolitan Bekasi, Amran Nukman, saat berbincang dengan saya.

Dia mencontohkan, belanja kebutuhan pribadi, kebutuhan kantor, kebutuhan bayi sampai lansia, kebutuhan makan sampai hiburan, semua dilakukan di mal. Bahkan, ujarnya, banyak orang sekarang ke mal untuk tujuan berolah raga. Karena itu, pusat kebugaran di mal meraup banyak anggota baru.

Oh ya, Jabodetabek saat ini juga dihuni 20 jutaan kendaraan bermotor. Lebih dari separuhnya adalah sepeda motor. Penduduk Jabodetabek tampaknya kian tak bisa lepas dari kendaraan bermotor. Lihat saja, dari 20 jutaan kendaraan bermotor tersebut lebih dari separuhnya adalah kendaraan pribadi.

Kota yang padat, kota yang macet, dan kota yang sesak membutuhkan katup-katup relaksasi. Mal menjadi salah satu kanal untuk warga kota melakukan relaksasi. Kalau begitu pantas saja Jabodetabek diserbu mal senilai Rp 12 triliun pada 2016.

Konsultan properti Colliers International Indonesia memperkirakan ada enam mal anyar pada 2016. Mal-mal tersebut tersebar di Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Bekasi.

Menurut Corporate Secretary PT Megapolitan Developments Tbk, Fanny S Susanto, di Bogor, pihaknya, mengembangkan pusat perbelanjaan di kawasan Sentul, yaitu Vivo Sentul. Vivo Sentul dibangun di atas lahan seluas 17 hektare. Tahap pertama pembangunan akan dibangun pusat perbelanjaan, kios Galleria Kiosk Mall, dan ruko Bizpark @Vivo Sentul.

“Lokasi Vivo Sentul berada di kabupaten Bogor merupakan peluang besar untuk memecah kepadatan pengunjung pusat perbelanjaan yang kebanyakkan berada di kota Bogor. Sehingga menimbulkan potensi bagi investasi dan usaha,” katanya saat berbincang dengan saya, baru-baru ini.

Dia optimistis, prospek properti mal masih menarik bagi para pengembang properti. Namun, kata dia, dengan catatan selama wilayah pengembangan tersebut memiliki potensi untuk membangun pusat perbelanjaan.

Dia mencontohkan kota Bogor, Jawa Barat. Lokasi Bogor yang berdekatan dengan Jakarta, membuat kota itu menjadi salah satu kota favorit penduduk Jakarta untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan.

Menurut analis properti Torushon Simanungkalit, permintaan ruang ritel modern setiap tahunnya berkisar 500-600 ribu meter persegi. Tahun 2016, kapitalisasi mal mencapai sekitar Rp 12 triliun.
Bisnis properti pusat perbelanjaan dinilai terus mendapat permintaan dari tahun ke tahun. Dua pendorong utama adalah tren kebutuhan tempat masyarakat untuk berkomunitas sekaligus keluar dari kegiatan rutin. Dan, kedua, meningkatnya jumlah segmen orang kaya di Indonesia. “Segmen menengah dan menengah atas ditaksir mencapai 134 juta orang pada 2020,” katanya.

Tuh kan, Anda masuk kelas menengah? (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 10 Januari 2016 12:15

    Lama lama jadi kota mall http://sakahayangna.com/2016/01/08/modifikasi-yamaha-new-vixion-minor-fighter/

  2. 10 Januari 2016 16:12

    demam klas menengah, apapun yg berlebihan bs menjadi bencana. baiknya jumlah Mall wajib dibatasi..

    http://kasamago.com/perseteruan-iran-vs-arab-saudi-iran-jawara-nya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: