Lanjut ke konten

Terimakasih Anda Menilang Saya Karena Telat Bayar Pajak

9 Januari 2016

tilang tidak bayar pajak kendaraan1

SUASANA lalu lintas Jl Raya Bogor ramai lancar di kedua lajurnya. Namun, arus yang menuju Pasar Rebo menjelang pabrik kue Khong Guan, Ciracas, Jakarta Timur arus kendaraan tersendat. Rupanya ketersendatan dipicu oleh adanya razia yang digelar polisi lalu lintas (polantas).

Tampak belasan sepeda motor dihentikan oleh polantas. Kuda besi berjajar di sisi kiri jalan. Begitu juga dengan pengendara dan penumpangnya, berdiri di sisi jalan hingga ke trotoar seraya memperlihatkan surat-surat kendaraan dan surat izin mengemudi (SIM).

Saya termasuk di antara belasan pesepeda motor itu. Polantas yang menghentikan saya dengan sopan meminta surat-surat. Sontak saya sodorkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan SIM C.

“Wah, bapak tidak bayar pajak, saya tilang yah,” ujar polantas berpangkat Aiptu polisi, Jumat, 8 Januari 2016 sore.

“Pasal berapa yang saya langgar?,” tanya saya.

“Pasal 288 ayat 1 junto 70 ayat 2,” tegas sang petugas.

“Kenapa ditilang? Bukannya kalau telat bayar pajak dikenai sanksi denda?” Tanya saya lagi.

“Karena tidak ada pengesahannya. Terus kalau tidak bayar pajak dari mana dana merawat jalan dan memperbaiki jalan yang berlubang?” Ceramahnya.

“Oh gitu. Perlu disosialisasikan dong pak ke masyarakat,” celetuk saya.

Polantas tadi menulis surat tilang. Setelah saya membubuhi tanda tangan, dia menyerahkan lembar tilang berwarna merah kepada saya.

“Nanti sidangnya di Pengadilan Jakarta Timur di Pondok Kopi,” ujar dia.

“Terimakasih pak,” kata saya.

Di jalan raya arus kendaraan bermotor terus mengalir di dekat area razia. Ada pesepeda motor ditumpangi tiga orang. Ada pesepeda motor yang penumpangnya tidak pakai helm, hingga sepeda motor yang tidak menyalakan lampu utama. Semua berlalu begitu saja di depan hidung petugas.

Sore terus merangkak menuju petang. Usai menerima surat tilang saya bergegas melanjutkan perjalanan.

Setiba di kantor, saya buka Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam pasal 288 ayat 1 UU tersebut ditegaskan bahwa

setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Lalu, saya juga mencaritahu apa sih isi pasal 70 ayat 2. Ternyata ini isinya, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berlaku selama 5 (lima) tahun, yang harus dimintakan pengesahan setiap tahun.

Kalau dipikir-pikir, pelanggaran membayar pajak tidak tepat waktu dikenai dua sanksi denda yah? Satu, ketika melakukan perpanjangan. Dan, kedua saat kena tilang.

Dan, kalau dipikir-pikir, saya salah juga kenapa tidak bayar pajak tepat waktu. Untuk yang ini memang gak patut ditiru. (edo rusyanto)

16 Komentar leave one →
  1. 9 Januari 2016 00:42

    Kok kena dua pasal om?

  2. 9 Januari 2016 06:23

    IMHO, klo tlat pajak yg berhak nilang adalah Pemerintah yg diwakili Dishub, Satpol PP, JR

  3. suson permalink
    9 Januari 2016 12:47

    Kayanya engga ada korelasinya antara pasal lantas dengan aturan perpajakan

  4. rudi permalink
    9 Januari 2016 13:02

    hahahahaahah…bayar pajak tepat waktu kena ADM coy..
    bayar pajak telat waktu kena DENDA bro..inilah INDON..jgan main main..

  5. 9 Januari 2016 15:06

    yap .. terkesan ambigu satu pasal dengan pasal satunya tapi ya memang itu adanya.. penting tettib bayar pajak

  6. hanz permalink
    9 Januari 2016 18:46

    polantas memang tidak berhak menilang yang telat bayar pajak. Namun polantas BERHAK menilang STNK yang TIDAK SAH. syarat sah stnk ada stempel tahunan, cara dapet stempelnya ya bayar pajak dulu gan heheheh.

  7. underyoke permalink
    9 Januari 2016 20:18

    Itu kelupaan bayar Mbah Edo?
    😀

    Rapopo, namanya manusia..
    Bisa lupa juga.
    Hehehehe

  8. Pandji Victory permalink
    9 Januari 2016 23:08

    Lho kok beda yah sama saya. Waktu razia di jalan margona depok arah UI saya diminta memperlihatkan surat surat kebetulan belum bayar pajak tahunan. STNK beserta bukti pajak tahunan dijadikan satu pajak tahunan berada di tempat plastik stnk yg hanya bisa dilihat dari satu sisi, sisi lainya bertuliskan nama dealer. Saya bilang ke polisinya “pak itu bukti pajaknya ada dibelakang stnk keluarin aja, polisinya menjawab “ga usah mas kalo soal pajak telat udah ada yg ngurusin bukan kita polantas”

Trackbacks

  1. Siap-siap Motor Nunggak Pajak Dikandangin | Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: