Skip to content

Disumpahin Kualat Buang Air Kecil di Parkiran Mobil

8 Januari 2016

kebersihan unik

KEBERSIHAN sebagian dari iman. Kalimat itu sudah saya dengar sejak masa sekolah dasar. Belakangan saya kian memahami bahwa kebersihan adalah cermin manusia yang beradab.

Manusia pada dasarnya menyukai kebersihan dan keindahan. Lihat saja mulai dari penampilan berbusana, tempat tinggal, hingga kendaraan bermotor yang dimilikinya. Kesemua itu selalu diupayakan tampil dengan prima, bersih dan kinclong, bahkan diberi aroma pengharum yang menyejukan indera pencium.

Terkait soal kebersihan, ada sebuah kalimat pengumuman yang menggelitik perhatian saya di salah satu proyek properti di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam pengumuman yang sifatnya larangan itu tertulis “Dilarang buang hajat sembarangan.” Sedangkan di bagian atasnya terdapat tulisan “Toilet” ditambah dengan tanda panah yang mengarah ke lokasi toilet.

Larangan itu tentu saja menimbulkan pertanyaan. Jangan-jangan ada perilaku buang hajat sembarangan di proyek senilai ratusan miliar rupiah tersebut. Entah siapa yang berperilaku seperti itu. Ketika saya menjajal ke toilet yang ada di area itu ternyata cukup bersih dengan fasilitas closet duduk dan keramik putih bersih. Toilet yang tersedia jumlahnya hanya satu di area itu.

Jauh dari lokasi proyek itu, persisnya di sebuah gedung perkantoran di bilangan Segi Tiga Emas Jakarta, ada sebuah tulisan senada. Bedanya, larangan itu hasil goresan tangan yang ditulis dengan sebuah spidol warna hitam. Bahkan, seperti bisa dilihat di foto, siapa pun yang buang air kecil sembarangan akan disumpahin kualat.

Tulisan yang terlihat di sudut salah satu parkiran mobil di gedung perkantoran tersebut tampaknya lahir dari sebuah keprihatinan. Area parkiran mobil yang letaknya di lantai dua gedung parkir itu jaraknya agak lumayan ke kamar kecil. Barangkali, ada orang yang kebelet hingga akhirnya memilih untuk buang air kecil di sudut-sudut yang remang. Akh….

kebersihan unik parkiran

Jangan-jangan buang air kecil sembarangan dianggap persoalan kecil. Jika banyak hal seperti itu dianggap lumrah tak heran jika perilaku itu tercermin di jalan raya kita. Banyak hal-hal yang sebenarnya menyimpan ledakan dahsyat justeru dianggap kecil. Misal, melibas marka jalan tempat pedestrian menyeberang. Atau, menerobos lampu merah di persimpangan jalan.

Tampaknya ada yang lupa bahwa hal GEDE kerap diawali oleh hal-hal yang dianggap sepele. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 8 Januari 2016 15:04

    Semua akan buang hajat pada waktunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: