Skip to content

Ketika Musim Mundur Telah Tiba

28 Desember 2015

dirjen hubdat mundur 2015

DESEMBER 2015 menjadi musim mundur. Dalam satu bulan masyarakat disodori kabar mundurnya dua pejabat teras di kementerian kabinet Presiden Joko Widodo.

Pertama, mundurnya Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Sigit Priadi Pramudito yang mencuat awal Desember 2015. Kedua, mundurnya Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdar) Kementerian Perhubungan (Kemhub), Djoko Sasono, pada Sabtu, 26 Desember 2015.

Keduanya punya alasan berbeda. Kesamaannya, mereka menyebut kinerja sebagai alasan. Dirjen Pajak mengaku mundur karena tidak mampu memenuhi target penerimaan pajak yang dibebankan pemerintah. Sedangkan Dirjen Hubdat Kemenhub mundur karena merasa bertanggung jawab atas kemacetan yang menggila selama periode musim Natal 2015, yakni sepanjang 24-26 Desember.

Pejabat publik punya tanggung jawab besar atas amanat yang ada di pundaknya. Terkait lalu lintas jalan, seingat saya, rasanya baru kali ini ada pejabat setingkat dirjen yang mengundurkan diri karena karut marut kemacetan lalu lintas jalan. Problem kemacetan di jalan tergolong pelik. Selain karena jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat, di sisi lain infrastruktur jalan tak mampu mengimbangi. Belum lagi karena perilaku berkendara yang ugal-ugalan. Jadilah lalu lintas jalan kian semrawut.

Kita semua tahu bahwa masalah di jalan raya bukan semata soal kemacetan. Ada persoalan lain yang amat serius mengingat terkait dengan urusan nyawa. Kita disodori fakta tingginya kasus kecelakaan lalu lintas jalan. Tahun demi tahun kasus kecelakaan bak monster ganas yang merenggut anak-anak negeri. Tahun lalu, setiap hari 70-an nyawa bergelimpangan direnggut petaka jalan raya.
Lantas, siapakah yang bertanggung jawab atas itu semua?

Benar bahwa kemenhub menjadi salah satu instrumen negara yang bertanggung jawab atas lalu lintas jalan. Dalam hal ini lebih spesifik lagi ada di hubdat. Bahkan, untuk urusan keselamatan transportasi ada direktur khusus, yakni direktur keselamatan transportasi darat yang berada di bawah ditjen hubdat.

Di bagian lain ada Kepolisian RI, khususnya Korps Lalu Lintas (Korlantas) yang menjadi garda depan urusan keselamatan di jalan. Sedangkan terkait infrastruktur, kita juga tahu ada kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), khususnya ditjen Bina Marga yang bertanggung jawab terwujudnya jalan berkeselamatan.

Kembali soal mundur dari jabatan. Bila urusan kemacetan lalu lintas jalan saja seorang dirjen berani memikul tanggung jawab mundur dari jabatan, bagaimana dengan urusan kecelakaan lalu lintas?

Pastinya, sinyal kuat dari mundurnya dua dirjen adalah perlunya para pejabat negara lebih serius lagi menuntaskan tugas masing-masing. Bekerja keras dan cerdas mencapai target-target yang telah disusun. Terkait kecelakaan lalu lintas jalan, seingat saya negara punya target menurunkan fatalitas hingga 50% pada 2020. Bahkan, penurunan ditargetkan sebesar 80% pada 2035. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. 28 Desember 2015 00:06

    bagus embah kalau tidak mampu mending mundur saja itu lebih terhormat kaya di jepang

    • 28 Desember 2015 11:35

      selain tentu saja ketika menjabat harus bekerja maksimal untuk membenahi kekurangan yang ada ya mas?

  2. 28 Desember 2015 06:09

    Utk lakalantas sampai akhir Desember ini, bagaimana dibanding tahun lalu eyang? Apakah ditjen eh kapolri layak mundur juga?

    • 28 Desember 2015 11:36

      data finalnya blm ada kan belum tutup tahun, nah kalau soal ituuuuu…..

      • 28 Desember 2015 15:14

        Okelah Kakak eh Kakek

  3. aganwidodo permalink
    28 Desember 2015 12:28

    Mungkin beliau-beliau itu mundur bukan karena gak mampu menangani masalah, tapi karena sulit bergerak kepentok birokrasi. Seperti yg masbro singgung di artikel, utk menangani satu masalah (dalam hal ini macet dan income pajak) perlu kerjasama yg solid antar institusi. Kalo gagal kerjasama, kemungkinan besar akan gagal juga menangani masalah. Birokrasi kita ruwet masbro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: