Skip to content

Ibu, Setiap Dua Hari Ada Satu Anak Terlibat Kecelakaan

21 Desember 2015

kompol samakun dalam diskusi 2015

MIMIK wajah Komisaris Polisi (Kompol) Samakun tampak serius. Malam itu, Jumat, 18 Desember 2015, tubuh tegapnya dibalut jaket kulit berwarna gading. Kami berbincang soal bagaimana mencegah anak di bawah umur jangan sampai menjadi korban, apalagi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri, harus dibantu oleh masyarakat, termasuk kalangan komunitas,” ujar Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Sub Dit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya itu serius.

Menurut dia, pihaknya mencoba melakukan edukasi lewat organ-organ yang ada di Ditlantas Polda Metro Jaya. Dia mencontohkan mengenai program Polisi Cilik (Pocil) dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) yang menjangkau sekolah-sekolah, bahkan taman kanak-kanak.

“Kami memang belum sempurna, tapi terus berusaha,” katanya lirih.

Pada bagian lain, dia membeberkan bagaimana kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang melibatkan anak di bawah umur sebagai tersangka jumlahnya melejit. Kasus kecelakaan tahun 2014 jika dibandingkan dengan per November 2015 lonjakannya lebih dari 100%. “Kasusnya melonjak 153%,” sergah dia.

Ya. Data yan dibeberkan Samakun cukup membuat saya miris. Bagaimana tidak. Data itu memperlihatkan bahwa hampir setiap dua hari ada satu kasus kecelakaan yang dipicu oleh anak di bawah umur. Dampak dari hal itu, setiap dua hari ada satu anak-anak di bawah usia 15 tahun yang menderita luka.

Dari jumlah korban yang luka-luka anak di bawah umur pada Januari-Novempber 2015, sebanyak 47% menderita luka berat dan 53% menderita luka ringan. Ironisnya, sekitar 5% korban kecelakaan yang berjumlah 206 berujung pada kematian.

“Peran orang tua menjadi penting untuk melindungi anak-anaknya,” kata dia.

Keluarga menjadi benteng pertahanan terkuat untuk membendung anak-anak di bawah umur menjadi pelaku dan korban kecelakaan. Lewat interaksi keluarga, tentu saja termasuk sentuhan kasih sayang para ibu, diharapkan anak-anak tidak bergelimpangan di jalan raya. Ibu yang penuh kelembutan bisa mengajak anak-anak untuk mencegah agar tidak wira-wiri menggunakan kendaraan pribadi. Selain riskan karena belum stabil emosinya, anak-anak di bawah umur juga belum diizinkan oleh hukum yang berlaku saat ini.

Ibu yang tegas namun penuh cinta kasih rasanya bisa mengajarkan anak-anak kita lebih aman dan selamat ketika berlalulintas jalan. Tampaknya benar bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: