Skip to content

Erlinda Menghalau Para Pelawan Arus

19 Desember 2015

edo erlinda windu viva 2015

KEGERAMAN tampak tersirat dari parasnya yang ayu. Sorot matanya tajam. Saat itu, Erlinda sedang menceritakan pengalamannya berhadapan dengan para pengguna jalan yang ugal-ugalan.

“Saya gundah melihat para pelawan arus. Saya setop mereka yang melawan arus agar kembali ke jalur yang semestinya,” ujar Erlinda, sekretaris jenderal (Sekjen) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam bincang Viva Forum, di Jakarta, Jumat, 18 Desember 2015 malam.

Saya bertemu dia karena kebetulan sama-sama menjadi pembicara dalam ajang yang digelar Viva Forum. Selain kami, ada Komisaris Polisi (Kompol) Samakun, kanit Lakalantas Ditlantas Polda Metro Jaya. Kami diminta mengupas tentang ‘Cegah Anak Menjadi Korban dan Pelaku Kecelakaan di Jalan Raya.’

Kembali soal Erlinda. Perempuan yang sempat menetap tujuh tahun di Jerman itu mengaku miris melihat ketidakteraturan di jalan raya. Karena itu, dia mengajak masyarakat, khususnya para peserta diskusi malam itu untuk terus menyuarakan pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat.

Kepada perempuan kelahiran Palembang, 11 Maret 1978 itu saya titipkan suara agar terus menggaungkan nasib anak-anak di jalan raya. Mereka menjadi korban dan pelaku kecelakaan lalu lintas jalan. Pemerintah harus dibuka matanya agar lebih serius terhadap masalah kecelakaan lalu lintas jalan yang setiap hari menewaskan 70-an anak negeri.

“Apakah kita mau mendiamkan kasus keccelakaan yang mengerikan ini.Jangan berkendara sembrono dan terburu-buru karena itu perlu mentaati aturan yang ada, Mari kita berkaca soal kedisiplinan Singapura dan Malaysia,” ajak Magister Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Kompol Samakun mengingatkan publik bahwa kasus kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur sebagai pelaku melonjak hingga 153% di Jakarta dan sekitarnya. Anak-anak harus dilindungi oleh para orang tua mereka. “Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, harus bekerjasama dengan masyarakat termasuk kalangan komunitas,” kata dia. (edo rusyanto)

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. 19 Desember 2015 13:44

    lanjutkan
    http://tegeanblog.com/2015/12/19/review-sony-xperia-m5-bikin-obyek-bening-makin-cling-cling/

    • 19 Desember 2015 13:49

      Hai erlinda..

      http://sebarkan.org/2015/12/19/hati-hati-sama-tembok-yang-satu-ini/

  2. 21 Desember 2015 11:38

    sip ajib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: