Lanjut ke konten

Kita Bisa Belajar dari Kesaksian Pemoge Ini

17 Desember 2015

laka mobil dan motor_tmcpolda

KAMI sedang menghabiskan malam sambil berbincang di sudut kantin kantor. Perbincangan sesekali diselingi dengan senda gurau. Kudapan dan minuman ringan menjadi teman setia malam itu.

Perbincangan mengalir begitu saja. Banyak topik mencuat. Mulai cerita asmara hingga kisah jalan raya yang masih memilukan kita semua. Bagaimana tidak, kita disodori fakta setiap hari 70-an anak bangsa meregang nyawa di jalan raya. Miris.

“Gue pernah nyaksiin dua kecelakaan mengerikan,” papar Onai, sapaan akrab pria muda penunggang Honda CBR 250 cc saat berbincang, di Jakarta, Rabu, 16 Desember 2015 malam.

Dia menyaksikan bagaimana dua sepeda motor bertabrakan di perempatan jalan. Peristiwa tragis di Jakarta itu diawali oleh salah satu sepeda motor yang menerobos lampu merah. Dari arah lain, sepeda motor yang berada di jalur semestinya, melaju dengan kecepatan tinggi. Brak!

“Gara-gara melihat peristiwa itu gue nggak berani nekat menerobos lampu merah. Ngeri ada kendaraan lain yang bisa bikin celaka,” tambahnya.

Suasana sempat hening sejenak membayangkan tragisnya kejadian itu. Kami yang berjumlah enam orang saling berpandangan. “Iya, bahaya menerobos lampu merah,” ujar bung Son, salah seorang diantara kami.

Peristiwa kedua, lanjut Onai, melihat kecelakaan nyaris serupa di jalur Pantura Jawa. Ketika itu sebuah sepeda motor ditabrak oleh truk besar. “Kejadiannya hampir sama, bedanya motor ditabrak truk. Motor menerobos lampu merah,” ujarnya dengan nada rendah.

Ya. Kesaksian langsung atas sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas jalan bakal membuat kita merinding. Banyak diantara kita mengetahui kejadian tragis lewat pemberitaan di media massa. Apalagi, setiap hari ada 250-an kasus kecelakaan sehingga media massa bisa dengan mudah memberitakan kepada konsumennya.

Sepatutnya kita belajar dari pengalaman. Setiap gerak-gerik kita di jalan raya harus senantiasa diperhitungkan dengan cermat. Maklum, lalai sedikit saja bisa fatal akibatnya. (edo rusyanto)

sumber foto: tmc polda metro

7 Komentar leave one →
  1. 17 Desember 2015 12:22

    Tulisan om menyadarkan kita untuk selalu berhati-hati… terima kasih om edo….

    http://thegreenblog.net/2015/12/17/yang-harusnya-kena-tilang-yang-seperti-itu-bukan-yang-seperti-ini/

  2. 17 Desember 2015 14:56

    tetap berkendara dengan aman 😉
    ngeriii

  3. 17 Desember 2015 17:18

    Biasany, ditraficlight yg ada LED detik hitungan mundur. Disisi lampu merah, krg 2-3 dtk sdh pd jalan, sdangkan pd sisi jalan lampu hijau, hitungan detik sdh hbs, mreka msh nylonong jalan, plus dg kecepatan tinggi.
    Ketemu deh ditengah perempatan.

  4. Andra permalink
    17 Desember 2015 17:42

    Sepertinya saya kenal dengan bung Son itu….

  5. Aa Ikhwan permalink
    18 Desember 2015 10:58

    sip jadi bahan pelajaran di jalan.
    terkadang kita sudah hati2 belum tentu yg lain jg hati2

  6. Aa Ikhwan permalink
    18 Desember 2015 10:58

    sip jadi bahan pelajaran di jalan.
    terkadang kita sudah hati2 belum tentu yg lain jg hati2, begitu jg sebaliknya .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: