Skip to content

Mempertontonkan Pelanggaran di Depan Petugas

15 Desember 2015

perempatan kuningan 2015

KONDISI arus lalu lintas jalan padat merayap memasuki perempatan Kuningan, Jakarta Selatan. Kendaraan bermotor yang dari arah Pancoran menuju Semanggi berhenti di perempatan itu. Praktis terjadi penumpukan luar biasa mengingat kini ada proyek pembangunan fly over.

Pemandangan itu terlihat ketika saya melintas suatu siang, pertengahan Desember 2015. Kepadatan juga terlihat kendaraan yang datang dari arah Mampang menuju perempatan Kuningan. Kendaraan dari arah Mampang ada dua tujuan, yakni memasuki Jl HR Rasuna Said atau ke Kuningan dan menuju Jl Gatot Subroto yang mengarah ke Semanggi, Jakarta Selatan.

Sedangkan dari arah HR Rasuna Said juga punya dua arah tujuan, yakni menuju Mampang dan Jl Gatot Subroto sisi Utara yang mengarah ke Pancoran. Tapi, ada cerita lain.

Begini ceritanya. Siang itu tampak sejumlah pesepeda motor dari arah HR Rasuna Said yang dengan lincahnya berputar arah di perempatan Kuningan, persisnya merangsek diantara kendaraan bermotor yang datang dari arah Pancoran, atau sisi selatan Jl Gatot Subroto. Satu, dua pesepeda motor seakan tak ada rasa bersalah, langsung nangkring di atas zebra cross yang semestinya untuk pedestrian menyeberang jalan.

Tunggu dulu, ada cerita lainnya lagi. Masih soal kendaraan bermotor yang datang dari arah HR Rasuna Said. Di perempatan itu para pengguna jalan tidak boleh berbelok kanan ke Jl Gatot Subroto sisi Selatan yang mengarah ke Semanggi. Namun, tampak bebeberapa pesepeda motor bergerombol dan merangsek melanggar aturan itu. Ironisnya, diantara gerombolan itu tampak sepeda motor oknum kepolisian.

Ada lagi yang ironis. Ketika semua aksi itu terjadi tampak beberapa polisi lalu lintas yang sedang bertugas di perempatan Kuningan. Mereka seakan tak berdaya menghadapi para pelaku pelanggaran yang dengan ekstrim memamerkan perilaku ugal-ugalanya.

Ya. kita seakan menjadi lunglay oleh kondisi yang ada. Pengguna jalan mencari jalan pintas, sedangkan petugas seperti apatis alias tidak mau tahu. Barangkali kita semua sudah dalam kondisi frustrasi atas karut marutnya lalu lintas jalan Jakarta. Ini baru dugaan saya semata.

Barangkali kita terlena dengan menganggap kesemua itu sebagai hal yang sepele. Atau, barangkali kita lupa, hal GEDE kerap kali diawali oleh hal yang dianggap sepele. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. Aa Ikhwan permalink
    15 Desember 2015 13:36

    begitulah eyang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: