Skip to content

Gara-gara Nabrak Penyeberang Jalan Berujung Bui

11 Desember 2015

pedestrian nyebrang zebra cross

MALAM baru saja merangkak. Lalu lintas jalan sepi. Pandangan Budi, kita sapa saja demikian, mengarah ke depan searah laju sepeda motornya. Namun, entah bagaimana dia tak menyadari ada penyeberang jalan dari sisi kiri jalan.

Petaka tak pernah ada yang menduga. Dia bisa hadir kapan dan dimana saja. Bahkan, bisa menimpa siapa saja. Budi menjadi salah satu dari ribuan orang yang didapuk sebagai pesakitan lantaran petaka yang dianggap dipicu oleh dirinya.

Saat itu, ketika dia tidak menyadari ada penyeberang jalan, petaka hadir demikian cepat. Walau sempat mencoba mengerem dan membunyikan klakson, kecelakaan tak terhindari. Brakkk!

Budi menderita luka-luka. Beberapa jahitan pun harus dilakukan untuk memulihkan luka akibat menabrak pejalan kaki tadi. Namun, sang penyeberang jalan sehari kemudian meninggal dunia. Jadilah Budi menjalani perjalanan cukup panjang untuk mencari keadilan. Hampir setengah tahun keadilan seperti tak mau menghadirkan wajahnya.

Pria muda itu akhirnya diganjar hukuman pidana penjara dan denda karena dianggap lalai, lalu menimbulkan kecelakaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. Dia dibidik dengan Pasal 310 ayat 4 dari Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sanksi yang termuat dalam aturan itu cukup berat, yakni penjara maksimal enam tahun dan/atau denda Rp 12 juta.

Majelis hakim yang menyidangkan Budi akhirnya menjatuhkan sanksi pidana penjara enam bulan denda Rp 100 ribu. Bagi kebanyakan dari kita sanksi itu bukan main beratnya. Nyaris tak ada pengguna jalan yang mengalami hal itu.

Modal terbesar kita dalam memangkas fatalitas di jalan hanyalah kemampuan diri untuk terus menjaga konsentrasi ketika berkendara. Cara untuk tetap mampu berkonsentrasi dengan maksimal adalah dengan tetap fokus dan waspada ketika berkendara. Ratusan kasus kecelakaan yang terjadi setiap hari di bumi Pertiwi dipicu faktor hilangnya konsentrasi pengendara. Entah karena lengah, lelah, lalai, atau melanggar aturan di jalan. Sekali lagi, kita hanya mampu ikhtiar, selebihnya serahkan kepada Yang Maha Kuasa. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 11 Desember 2015 11:38

    jangan ngelamun makanya kalo bawa motor..

    http://sebarkan.org/2015/12/11/terjadi-lagi-artis-terjerat-prostitusinikita-mirzani/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: