Skip to content

Gara-gara Kecelakaan, Pejabat Bisa Dicopot

10 Desember 2015

metromini tabrak ka di jkt 2015

BUNTUT kecelakaan Metro Mini yang menabrak kereta rel listrik (KRL), di Jakarta, Minggu, 6 Desember 2015 merembet kemana-mana. Kesedihan para keluarga korban hingga kini masih terasa. Bahkan, belakangan ini terbersit kabar soal gugat menggugat dan copot mencopot pejabat yang dianggap bertanggung jawab.

Kantor berita Antara menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggugat pemilik Metromini yang terlibat dalam peristiwa kecelakaan dengan KRL. “Karena di undang-undang transportasi, kami bisa menggugat pemilik bus yang terlibat dalam kecelakaan. Sehingga, langkah itulah yang akan kami lakukan,” kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 7 Desember 2015.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, gugatan tersebut akan diajukan untuk memberikan efek jera kepada seluruh pemilik Metromini agar lebih ketat dalam menyeleksi sopir-sopirnya.

“Gugatan itu ingin kami ajukan supaya mereka (para pemilik Metromini) kapok. Sehingga, tidak ada lagi pemilik Metromini yang menerima sopir-sopir tembak. Ini demi keamanan penumpang,” ujar Ahok.

Selain pemilik Metromini, dia menuturkan pihaknya juga akan memberikan sanksi kepada Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan dan Transportasi karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas di wilayahnya.

“Selain pemilik Metromini, Kasudin juga akan kami kasih sanksi karena tidak memantau kondisi Metromini yang ada di wilayahnya dengan baik. Kalau masih ada peristiwa tabrakan lagi, Kasudin-nya akan kami berhentikan,” tutur Ahok.

Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur itu pun menegaskan pihaknya akan terus menindak tegas seluruh kendaraan umum yang tidak layak beroperasi demi kenyamanan para penggunanya.

“Metromini yang sudah jelek-jelek itu, kalau bisa dibuang saja. Masalahnya, saya tidak punya hak untuk membuangnya. Yang pasti, semua kendaraan yang tidak layak akan terus kami tangkap,” ungkap Ahok.

Seperti diberitakan, pada Minggu, terjadi kecelakaan yang melibatkan KRL dengan Metromini B80 jurusan Kalideres-Jembatan Lima di perlintasan kereta Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat. Peristiwa itu mengakibatkan 18 orang meninggal dunia, termasuk sopir Metromini.

Pejabat Mundur

Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Chung Hong–Won, tanpa harus dicopot, mengundurkan diri akibat kecelakaan transportasi yang merenggut banyak korban jiwa. Pengunduran diri PM Korsel itu terjadi Minggu, 27 April 2014, menyusul hujaman kritik terkait penanganan pemerintah atas kecelakaan Kapal Feri Sewol.

Laman solopos.com menulis, sebanyak 187 orang dilaporkan tewas atas tragedi tenggelamnya kapal yang mengangkut 476 pada 16 April 2014. “Hal tepat bagi saya untuk dilakukan adalah mengambil tanggung jawab dan mengundurkan diri sebagai seseorang yang bertanggung jawab dari kabinet,” kata Chung dalam sebuah pernyataan di televisi seperti dilansir Bbc.com.

Pengunduran diri Chung harus mendapat izin dari Presiden Korsel, Park Geun-Hye sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan. “Atas nama pemerintah, saya minta maaf atas banyaknya masalah dari pencegahan kecelakaan hingga penanganan awal bencana. ” tambahnya.
Dia juga mengutarakan terdapat begitu banyak  penyimpangan dan malapraktik yang terjadi di masyarakat. “Saya berharap kejahatan yang mengakar ini dapat diperbaiki dan kecelakaan semacam ini tidak terjadi lagi.”

Seperti diberitakan, Kapal Feri Sewol tenggelam saat tengah dalam perjalanan dari pelabuhan Incheon menuju pulau Jeju. Penumpang yang sebagian besar merupakan siswa SMA Danwon, seperti dilansir Reuters, diperintahkan untuk tetap tinggal di kabin, di tengah mereka menunggu perintah lebih lanjut.

Di Indonesia, sekalipun terjadi kecelakaan demi kecelakaan transportasi, khususnya lalu lintas jalan, belum ada pejabat tinggi yang berani mengundurkan diri untuk bertanggung jawab. Mereka justeru tetap bercokol dengan dalih untuk mampu memperbaiki kondisi yang ada. Entah sampai kapan perilaku pejabat seperti itu di negeri kita tercinta. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 10 Desember 2015 10:50

    copot aja..haha..

    http://sebarkan.org/2015/12/10/tips-trik-solusi-menyelamatkan-diri-saat-terseret-ombak/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: