Skip to content

Trenyuh Melihat Antusias Anak-anak Bandung Ini

27 November 2015

anak program selamat stc

MATAHARI baru saja merangkak dari peraduan. Dari lantai sembilan gedung di kawasan jalan Riau, Bandung, Jawa Barat, saya melihat Kota Bandung mulai menggeliat. Arus kendaraan bermotor satu per satu mulai tampak.

Usai menikmati sarapan pagi dengan nasi goreng dan segelas jus jambu merah, saya mencari tumpangan menuju SMPN 14 Bandung. Letaknya sekitar lima kilometer dari tempat saya menginap malam sebelumnya. Pengemudi taksi yang mengantar saya berseloroh bahwa waktu tempuh menuju ke lokasi tak lebih dari 15 menit. Hemmmm…

Setiba di lokasi, kolega saya dari Save The Children (STC), Windu Mulyana sudah menanti di gerbang sekolah tersebut. Suasana masih lengang. Satu dua murid tampak wira-wiri. Ada yang sibuk berolahraga bulu tangkis, bahkan ada yang sibuk kegiatan menari modern di sudut yang lain. Hari itu tampaknya kegiatan siswa fokus pada ekstra kurikuler.

Pagi itu saya diminta untuk berbagi mengenai keselamatan jalan (road safety) kepada para orang tua siswa. “Ada 200 orang tua yang kami undang,” papar Windu, Sabtu, 21 November 2015 pagi.

Mereka diundang dalam ‘Seminar Orang Tua’ yang digelar STC sebagai rangkaian kampanye keselamatan jalan di sekolah-sekolah.

Oh ya, STC yang di Indonesia memakai jubah Yayasan Sayangi Tunas Cilik adalah gerakan publik yang menjangkau anak-anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Bandung. Di belahan dunia lain, STC bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan anak-anak. Maklum, STC didirikan di negara adi daya dengan misi awal menyelamatkan anak-anak korban perang dunia. “Di Indonesia, STC fokus pada keselamatan jalan anak-anak. Untuk menjaga hak anak-anak untuk tumbuh dan berkembang,” kata Brian Sripahastuti, senior manager West Java Save the Children, saat itu.

Tak keliru apa yang dilontarkan Brian. Indonesia masih punya catatan kelam soal anak-anak di jalan raya. Data Korlantas Polri memperlihatkan bahwa dalam rentang lima tahun terakhir, 2011-2015, setiap hari sekitar 86 anak-anak menjadi korban kecelakaan di jalan. Bahkan, mereka yang menjadi pelaku kecelakaan rata-rata 18 orang per hari. Angka itu bukan main-main. Mencerminkan bagaimana permisifnya orang tua mengizinkan anak di bawah umur berkendara.

“Kami ingin orang tua juga menjadi figur teladan keselamatan jalan bagi keluarganya,” ujar siswa-siswi di SMPN 14 yang pagi itu memakai kaos berwarna biru putih.

Di bagian depan kaos bertuliskan ‘Saya Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas’ dan di bagian belakang tertulis ‘Save The Children.’

“Kami juga mengajak anak di bawah umur tidak mengemudi sepeda motor,” ujar Irsan dan Ceryl ketika mereka berdua melakukan orasi di depan para peserta seminar.

Siswa-siswi kelas delapan SMPN 14 Bandung ini juga mengajak pengendara senantiasa memakai helm jika naik sepeda motor. Selain itu, keduanya mengajak orang tua untuk melindungi anak-anaknya dengan tidak mengizinkan anak di bawah umur bersepeda motor. “Tentunya agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban kecelakaan di jalan,” sergah mereka.

Anak-anak belasan tahun tersebut begitu fasih menyuarakan pentingnya berlalu lintas jalan. Bahkan, sebagian dari mereka tahu persis mengenai aturan lalu lintas jalan yang berlaku saat ini. “Bagaimana menurut Pak Edo tentang anak-anak kami tersebut?” tanya Hidayat, pengawas SMPN 14 Bandung.

Saya bilang ke pak Hidayat, inilah sosok generasi emas yang harus diselamatkan dari ancaman kecelakaan lalu lintas jalan. Ketika mereka ditanamkan perilaku berlalu lintas jalan yang aman dan selamat sejak dini, upaya penyelamatan sudah mulai dilakukan. Anak-anak itu diharapkan mampu menularkan kepada lingkungannya di rumah maupun teman-temannya di sekolah. Semoga. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: