Skip to content

Ternyata Bekasi Bakal Punya 50 Ribu Apartemen

20 November 2015

bekasi gkl bridge1

GILE. Kota Bekasi, Jawa Barat kian metropolis. Kota berpenduduk sekitar dua juta jiwa itu kian berdenyut dengan seabrek pembangunan infrastruktur di sana-sini.

Untuk urusan transportasi, kini Bekasi sedang dirajut dengan jalan tol anyar Bekasi-Cakung-Kampung Melayu (Becakayu), kereta ringan (light rapid train/LRT), dan kereta layang (aeromovel). Untuk urusan hunian, kini terdaftar ada 30 proyek hunian vertikal alias apartemen dengan kapasitas sedikitnya 50 ribu unit apartemen. “Untuk proyek aeromovel sedang tahap studi kelayakan,” kata Koswara, kepala dinas Tata Kota Pemerintah Kota Bekasi, saat berbincang dengan saya di Bekasi, baru-baru ini.

Saat ini, untuk menjangkau Bekasi dari Jakarta, sudah ada jalan tol, yakni tol Jakarta-Cikampek. Lalu, jalan arteri dan kereta api. Kota dengan pertumbuhan penduduk 3,6% per tahun ini benar-benar terus bertumbuh.

Nah, bagi pesepeda motor, salah satu jalur favorit adalah Jln Raya Kalimalang.
Untuk urusan hunian jangkung alias apartemen, Kota Bekasi terus kedatangan proyek apartemen dalam dua tahun terakhir. Hingga kini, setidaknya ada 30 proyek hunian vertikal dengan kapasitas sedikitnya 50.135 unit apartemen.

“Bekasi masih potensial seiring pertumbuhan penduduk dan minat investasi masyarakat di apartemen,” kata Anton Sitorus, head of research Savills PCI, di Bekasi belum lama ini.

Saat ini, menurut data Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ada 30 proyek apartemen yang sudah mendapat izin maupun yang sudah terbangun. Selain itu, terdapat lima pengembang yang sedang tahap pembenahan siteplan.

Anton Sitorus menambahkan, pertumbuhan penduduk Bekasi mendorong permintaan hunian khususnya vertikal. Selain itu, ujar dia, meningkatnya pembangunan apartemen juga didorong oleh ekspansi pengembang properti yang membidik segmen pekerja. “Ada juga yang membidik segmen ekspatriat yang bekerja di kawasan industri di sekitar kota Bekasi,” kata dia.

Hal itu diakui oleh Corporate Secretary and Branding PT Langgeng Makmur Perkasa (LMP) Iwan Nur Iswan. Menurut dia, kota Bekasi amat potensial bagi pengembangan hunian vertikal seiring dengan pertumbuhan kota dan pembangunan infrastruktur transportasi. “Kami membangun hunian vertikal Wismaya Residences untuk memenuhi kebutuhan permintaan yang terus meningkat di Bekasi,” paparnya.

Kini, kata dia, terjadi pergeseran kultur masyarakat dari hunian tapak (landed house) menuju hunian vertikal (highrise). Kedepan, selain karena keterbatasan lahan, masyarakat memilih apartemen karena aspek kenyamanan dan keselamatannya. “Karena itu, Wismaya Residence menyediakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat,” katanya.

bekasi apartemen 2015

Kata Koswara, peningkatan pembangunan apartemen di kawasannya dipicu beberapa aspek. Selain karena pertumbuhan penduduk yang mencapai sekitar 3,6% per tahun, juga disebabkan persoalan lahan. Dari luas Kota Bekasi yang mencapai sekitar 21.049 hektare (ha), peruntukan bagi hunian hanya sekitar 9.540 ha.

“Dari jumlah peruntukan bagi hunian tersebut kini hanya tersisa 1.781 hektare,” kata dia.

Karena itu, kata dia, Pemkot Bekasi pengembangan hunian vertikal dituangkan dalam Rencana Tata dan Rencana Wilayah (RTRW) Kota Bekasi tahun 2011-2031. Penyebab kebijakan itu, lanjutnya, disebabkan oleh semakin terbatasnya lahan di kota Bekasi. Lalu, untuk pemenuhan kebutuhan akan perumahan yang terus berkembang. Selain itu, adanya tuntutan pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH).

“Pembangunan hunian vertikal akan banyak menyumbang RTH yang dibutuhkan oleh kota Bekasi,” ujar Koswara.

Cara untuk mewujudkan hal itu, kata dia, Pemkot Bekasi menuangkannya dalam persyaratan perizinan yang harus dipenuhi para pengembang. Bagi pengembang hunian vertikal yang berdiri sendiri, syarat RTH yang harus dipenuhi adalah 30% dari total luas lahan yang dimiliki. Sedangkan bagi pengembang yang menggarap proyek properti terpadu (mixed use) persyaratannya adalah 20%.

“Kami hanya mengizinkan pengembangan hunian vertikal bagi pengembang yang memiliki lahan seluas minimal 5.000 meter persegi. Perizinan yang kami terapkan tergolong normal,” paparnya.

Nah, dua atau tiga tahun lagi, Bekasi bakal kian menjadi metropolitan. Bangunan jangkung berdiri di mana-mana. Transportasi publik kian meluas dan diharapkan respons pada efek negatif seperti kecelakaan lalu lintas jalan juga kian bagus. Maklum, Kota Bekasi sempat mengantongi predikat kota paling aman lalu lintas jalannya ketika menggaet Juara Post Crash Respond untuk kategori Kota Metropolitan pada 2014. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 20 November 2015 21:31

    makin panas aja nanti hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: