Skip to content

Sudah Patah Kaki, Masuk Penjara Pula

19 November 2015

mobil kebakar_tmcpolda

SENJA itu menjadi hari paling nahas bagi Lukinto, kita sapa saja demikian. Sepeda motor yang tumpanginya menabrak pesepeda motor lain. Perjalanan panjang mencari keadilan dimulai. Butuh tiga tahun, walau ujungnya tetap getir.

Ketika peristiwa terjadi Lukinto hendak kembali ke rumah seusai bekerja seharian. Rasa letih terasa mendera tubuh. Pria itu memilih jalur yang biasanya dia lalui. Kondisi lalu lintas jalan ramai lancar.

Tiba di sebuah jalan yang agak sepi, suasana mulai agak gelap dia tak begitu memperhatikan bahwa ternyata ada sepeda motor lain dari arah berlawanan. Belakangan terungkap di pengadilan bahwa sepeda motor itu tidak menyalakan lampu utama.

Lukinto menabrak sepeda motor yang ditumpangi dua orang. Saat kejadian laju kendaraan berkisar 40-50 kilometer per jam (kpj). Baik Lukinto maupun pengendara di sepeda motor yang dia tabrak, sama-sama mengalami luka. Lukinto mengalami patah kaki, sedangkan korban yang ditabrak mengalami luka berat.

Korban yang mengalami luka berat adalah anak sang pengendara sepeda motor. Sedangkan sang ayah yang mengendarai sepeda motor hanya mengalami luka ringan. “Motor pelaku oleng mengarah korban sehingga terjadilah kecelakaan itu,” papar saksi dalam pengadilan.

Majelis Hakim di pengadilan negeri memvonis Lukinto dengan hukuman penjara 1,5 tahun dan denda Rp 3 juta. Sontak hal itu membuat Lukinto geram. Jadilah dia mengajukan banding. Tidak puas dengan putusan banding, pria itu pun melanjutkan ke tingkat kasasi.

Setelah melewati tiga tahun mencari keadilan, akhirnya Majelis Hakim di Mahkamah Agung memutuskan sanksi penjara enam bulan buat Lukinto. Getir memang. Sudah luka patah kaki, tapi juga harus mendekam di penjara. “Padahal, semestinya yang menjadi tersangka adalah korban yang terbukti tidak menyalakan lampu utama saat kecelakaan terjadi. Di sisi lain, di lokasi kejadian tidak ada garis pemisah jalan,” kata kuasa hukum Lukinto.

Peristiwa yang dialami Lukinto menjadi pembelajaran penting buat kita semua. Siapa pun dia, bersepeda motor adalah pekerjaan penuh waktu. Sang pengendara harus berkonsentrasi penuh. Cara untuk itu dapat diwujudkan dengan terus fokus dan waspada ketika berkendara.

Kecelaaan bisa terjadi kapan dan dimana saja. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengurangi fatalitas akibat kecelakaan tersebut. (edo rusyanto)

foto:tmcpodalmetro

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. 19 November 2015 14:57

    memang kadang hukum tidak berpihak pada yang benar, kasihan pak lukinto

  2. 19 November 2015 20:08

    Ya butuh konsentrasi penuh tuk berkendara, apalagi diperkotaan yang jumlah kendaraannya sangat banyak.. So, jangan lupa berdoa sebelum berkendara.

  3. 20 November 2015 09:02

    Saya malas komentar soal yang begini ini… Bikin malas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: