Lanjut ke konten

Andai Dibangun Tempat Berteduh Pesepeda Motor

12 November 2015

hujan-dorong

SETAHUN lalu saya sempat menulis tentang larangan pesepeda motor berteduh di bawah jembatan layang (fly over). Aturan itu tertuang di dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta No 5 tahun 2014 tentang Transportasi yang diterbitkan pada 28 April 2014.

Baru-baru ini mencuat kabar soal sanksi bagi pelanggar aturan tersebut. Sontak media sosial pun menjadi hingar bingar, tentu saja termasuk media mainstream. Pro dan kontra pun mengalir. Pertanyaannya, apa solusi untuk pesepeda motor yang hendak berteduh ketika hujan mengguyur?
Sebelum lebih jauh, mari kita tengok apa sih isi Perda No 5 tahun 2014?

Di dalam pasal 92 aturan itu dengan tegas dikatakan bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor perseorangan dalam mengemudikan kendaraan wajib tidak berteduh di bawah flyover bagi pengemudi kendaraan bermotor roda dua sehingga berdampak pada terhambatnya lalu lintas.

Tapi, dalam aturan yang diteken Gubernur DKI Jakarta saat itu, yakni Joko Widodo, tidak secara lugas dinyatakan sanksi bagi pelanggar aturan tersebut. Ketika ada kebijakan pengenaan denda Rp 250 ribu bagi pesepeda motor yang melanggar aturan itu semestinya pemerintah atau kepolisian RI melakukan sosialisasi secara massif. Sosialisasi yang dilakukan sekaligus menjelaskan alasan adanya larangan tersebut.

Dalam hal ini termasuk membuat rambu lalu lintas jalan yang cukup jelas. Bisa jadi berupa rambu larangan yang dipasang mencolok sehingga pengguna jalan menjadi tahu aturan tersebut.

Terkait hal itu, bagi para pesepeda motor memang semestinya memilih lokasi berteduh yang tidak mengganggu keselamatan dirinya. Selain itu, tidak mengganggu kepentingan para pengguna jalan yang lain. Pilihan bisa jatuh diemperan toko atau kawasan yang tidak menghambat arus kendaraan lain.
Lalu, bila terpaksa berkendara saat hujan mengguyur, sudah sepatutnya para pesepeda motor menyediakan jas hujan untuk melindungi diri. Untuk hal ini bila berteduh hanya sebatas untuk memakai jas hujan.

Nah, bagi Pemprov DKI Jakarta, eloknya sudah mulai memikirkan semacam halte tempat berteduh bagi para pesepeda motor. Barangkali terdengar nyeleneh, tapi keberadaan tempat berteduh itu bisa mengurangi potensi terjadinya penumpukan di kawasan seperti di bawah fly over atau di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO).

Saya termasuk yang yakin bahwa pemda punya seabrek orang pandai yang bisa menata kota menjadi lebih humanis. Begitu juga lalu lintas jalan menjadi lebih aman, nyaman, dan selamat. Setuju? (edo rusyanto)

12 Komentar leave one →
  1. 12 November 2015 05:56

    Memang berteduh dibawah fly over, dibawah jembatan penyebrangan, di sisi kiki (bahkan separuh) underpass itu efeknya banyak Om Edo.

    Bikin Macet iya,kl udah macet ya bikin org banyak emosi, belom lagi bisa bikin orang celaka.. Entah di tabrak dari belakang, entah yg abis neduh langsung ambil kekanan..dll.

    Kalo soal halte berteduh, kayaknya ekspektasinya tinggi sekali ya Om…… 😀
    Wong jalanan bolong aja masih banyak kita jumpai.

    Mending kembali lagi ke bikers.nya aja deh Om, ini kan udah musim hujan.. Mbok ya bawa mantel hujan, jadi ga perlu takut air.. Kalo masih takut sepatunya kotor ya diplastikin juga….
    😀

    IMHO
    CMIIW please.

    • 12 November 2015 12:27

      dari sisi internal saya setuju, kalau terpaksa mau berkendara saat hujan, ya mesti menyiapkan jas hujan. dari sisi eksternal, peran negara adalah menyediakan infrastruktur yg aman, nyaman, dan selamat. trims atensinya yah.

  2. 12 November 2015 09:24

    setuju om, masa banyak para insinyur tidak bisa mengatasinya

  3. 12 November 2015 15:45

    Mas bro Edo,
    Numpang comment, niatnya oke.

    Hampir semua halte bis, ataupun tempat lainnya yang bisa dipakai berteduh akhirnya digunakan sebagai tempat berjualan minuman dan pedagang. Akhirnya sampai area tempat tersebut habis dipakai.

    Bagaimana cara menjaga tempat-tempat berteduh tersebut tidak dimakan oleh para pedagang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: