Skip to content

Kisah Dua Kecelakaan Mengenaskan Dipicu Mabuk

9 November 2015

mabuk iklan dan laka

BANYAK kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu oleh pengemudi yang mabuk alkohol. Mabuk menjadi salah satu aspek yang dikelompokan ke dalam faktor manusia. Kita tahu, di luar faktor manusia ada faktor kendaraan, jalan, dan alam.

Kontribusi aspek itu dalam tiga tahun terakhir relatif mendatar, walau cenderung menurun, yakni sekitar 1%. Setiap hari, rerata ada tiga kasus kecelakaan akibat mabuk di Indonesia.

Berbahayanya mabuk saat berkendara bisa dilihat dari dua contoh kasus kecelakaan di bawah ini. Kasus pertama diambil dari kecelakaan pesepeda motor yang kedapatan minum-minuman beralkohol sebelum berkendara. Sedangkan kasus kedua dicukil dari kasus kecelakaan pemobil yang menabrak sejumlah sepeda motor.

Mabuk Nabrak Pohon

Peristiwa maut terjadi manakala seorang penumpang pesepeda motor tewas mengenaskan akibat kecelakaan menabrak pohon. Sepeda motor yang menabrak pohon tersebut diisi tiga orang, satu pengendara dan dua penumpang. Belakangan terbukti bahwa pengendara dan dua rekannya itu baru saja menenggak minuman beralkohol.

Dalam perjalanan pulang ke rumah di jalan yang sepi, pengendara hilang konsentrasi dan menabrak pohon yang ada di sisi kanan jalan. Dua dari tiga orang tadi mengalami luka, sedangkan satu orang meninggal dunia. Cuaca saat peristiwa terjadi dalam keadaan hujan gerimis dan terungkap bahwa sang pengendara tidak berusaha mengerem laju sepeda motornya.

Buntut dari kecelakaan itu membuat sang pengendara duduk sebagai pesakitan. Setelah melewati proses pengadilan, sang pengendara akhirnya dijatuhi hukuman penjara delapan bulan.

Kecelakaan ini terjadi sekitar lima tahun lalu di kawasan Jawa Timur. Oh ya, kondisi sepeda motor saat itu tanpa pelat nomor, tanpa lampu utama, tanpa rem depan, dan tanpa kaca spion,

Mobil Menabrak Motor

Kasus kedua yang bisa menjadi pembelajaran adalah peristiwa tertabraknya sejumlah sepeda motor oleh mobil yang pengemudinya diduga mabuk. Sang pengemudi diberitakan usai minum-minuman beralkohol di salah satu kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Ada dua kejadian. Saat peristiwa pertama sang pengemudi menabrak tiga sepeda motor yang sedang parkir. Lalu, bukannya berhenti sang pengemudi justeru melaju dan menabrak dua pesepeda motor lainnya. Mobil baru terhenti ketika menabrak tiang listrik di kawasan Jl Fatmawati, Jakarta Selatan.

Dalam peristiwa yang terjadi November 2015 ini sang pengemudi masih berusia muda, yakni 19 tahun.

mabuk dan aturan di dunia

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sebagian besar pengemudi dewasa berisiko lima kali lebih besar terlibat kecelakaan bila darahnya mengandung alkohol 0,1 g/dl. Menurut WHO, tingkat konsentrasi alcohol dalam darah (blood alcohol concentration/BAC) yang berisiko memicu kecelakaan berkisar 0,05-0,1 g/dl.

Tak heran jika 176 negara anggota WHO memiliki aturan yang melarang pengemudi menyetir saat mabuk. Salah satu yang memiliki aturan itu adalah Indonesia.

Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam pasal 106 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Penjelasan mengenai penuh konsentrasi di pasal itu merinci bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Lazimnya sebuah aturan, seabrek sanksi sudah menanti. Coba saja lihat pasal 283, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: