Skip to content

Beginilah Cara Mereka ‘Berbicara’ Soal Jalan Raya

8 November 2015

IMG-20151107-WA0002

BAGAI bola salju, dari atas hanya sekepal tangan, namun terus bergulir ke bawah menjadi bongkahan bola raksasa. Begitulah sepak terjang kelompok pengguna sepeda motor yang terangkai dalam Safety Campaign Award (SCA) 2015. Mereka dengan gigih menyuarakan keselamatan jalan (road safety), sekalipun di akhir pekan.

Waktu yang semestinya dinikmati bersama handai taulan atau kerabat untuk berlibur, justeru dimanfaatkan untuk berkampanye. Seakan tanpa lelah mereka merangsek ke sendi-sendi masyarakat. Setidaknya pada Sabtu, 7 November 2015 ada tiga kelompok pengguna sepeda motor yang turun ke masyarakat. Mereka adalah tiga dari 15 kelompok yang ikut bergerak dalam SCA 2015.

Sabtu itu mereka adalah Honda Vario Club (HVC) Jakarta, Depok Tiger Club (Detic), dan Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI) Cikarang. Mereka bergerak sepanjang pagi hingga sore hari di berbagai titik di kawasan Jabodetabek.

HVC misalnya. Kelompok ini merangsek ke sekolah dasar (SD) lewat program lomba mewarnai gambar dan tentu saja dibalut penyuluhan soal road safety. “Materinya bersifat mendasar seperti cara menyeberang dan soal rambu jalan,” ujar bro Fahmi, ketua HVC saat berbincang dengan saya, di Jakarta, baru-baru ini.

Lomba mewarnai gambar yang digelar di SDN Paseban 09 dan 11, Jakarta Pusat ini menjadi salah satu gerakan yang berbeda dibandingkan peserta SCA 2015 lainnya. Menurut Fahmi, langkah ini dipilih agar bisa menularkan semangat berlalu lintas jalan yang aman dan selamat sedari usia dini. Memasukkan pesan lewat ajang sambil belajar dan bermain.

IMG-20151107-WA0004

Rasanya pilihan memasuki kelompok usia anak-anak di bawah umur adalah pilihan yang cukup tepat. Bagaimana tidak, data Korlantas Polri menyebutkan, dalam rentang 2010-2015, jumlah anak-anak usia 0-15 tahun yang menjadi korban kecelakaan di jalan mencapai sekitar 176 ribu. Mereka ada yang menderita luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia.

Merujuk data tersebut, terlihat bahwa komposisi anak-anak yang menjadi korban kecelakaan adalah mencapai sekitar 18% dari total korban. Data itu juga memperlihatkan bahwa setiap hari rerata ada sekitar 85 anak yang menjadi korban kecelakaan di jalan.

Oh ya, data tahun 2015 masih memakai periode hingga semester pertama.

Dua kelompok lainnya, yakni YVCI Cikarang dan Detic menggelar aksi turun ke jalan. Mereka mensosialisasikan pentingnya berlalulintas jalan yang aman dan selamat untuk melindungi diri dari petaka jalan raya. YVCI Cikarang memilih lokasi di kawasan perempatan lampu merah pintu 5 Jababeka, Cikarang, Jawa Barat.

Kelompok pengguna sepeda motor sport besutan Yamaha ini membentangkan spanduk-spanduk berisi pesan keselamatan jalan. Beberapa isi pesan dalam spanduk itu adalah ‘Think Smart Safety Is Priority (Berpikir Cerdas Keselamatan adalah Prioritas)’ dan ‘Pakailah Perlengkapan Keselamatan Berkendara.’

Tunggu dulu, tidak hanya spanduk dan poster yang diusung. YVCI Cikarang juga menggelar aksi teatrikal di jalan raya. Berbarengan dengan membentangkan spanduk, beberapa anggota YVCI Cikarang memperagakan korban-korban kecelakaan. Ada yang kakinya terluka, kepalanya terluka, dan tangannya terluka. Ada yang memakai tongkat dan ada yang memakai kursi roda.

IMG-20151107-WA0021

Belum selesai, ada hal yang menarik lainnya, yakni terlibatnya Persatuan Ojeg Mitra Polres Bekasi. Persatuan itu bahkan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Kami ojek santun. Taat dan tertib Lalulintas.’ Keren kan?

Sementara itu, kelompok penunggang sepeda motor sport Detic menggelar aksi di di pertigaan flyover Arif Rahman Hakim, Depok, Jawa Barat. Ada spanduk besar dengan warna mencolok yang dibentangkan Detic di jalan raya dengan tulisan ‘Karena Nyawa Begitu Berharga.’ Selain itu, juga digunakan sejumlah poster berisi pesan keselamatna jalan, salah satunya adalah ‘Patuhilah rambu lalu lintas dan marka jalan.’

Kelompok ini juga menggelar aksi teatrikal di jalan raya. Ada adegan korban kecelakaan yang terluka. Mereka ada yang berbaring di jalan raya. Aksi teatrikal menarik perhatian pengguna jalan dan diharapkan pesannya dapat dicerna dengan baik oleh para pengguna jalan yang menyaksikan.

Terus, terus, dan teruslah bergerak sahabat. Pekerjaan rumah kita masih besar. Setiap hari sedikitnya 200-an kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia. Buntut dari kasus-kasus tersebut membuat getir kehidupan jalan raya kita. Bagaimana tidak, setiap hari ratusan orang terluka dan 70-an nyawa melayang sia-sia. Ironisnya, mayoritas dari korban kecelakaan tersebut adalah kelompok usia produktif. (edo rusyanto)

foto-foto: tim sca 2015

Iklan
One Comment leave one →
  1. 8 November 2015 12:03

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: