Skip to content

Waspada Galian di Mampang Kawan

7 November 2015

galian mampang 2015

PRIA bersepeda motor itu bersungut-sungut. Keseimbangannya nyaris hilang. Andai dia tak mampu mengembalikan keseimbangannya, bukan mustahil insiden terjadi dalam sekejap.

“Mestinya gundukan tanah ini diratain,” sergahnya seperti meminta persetujuan pengguna jalan yang lain.

Kejadian itu berlangsung, Jumat, 6 November 2015 pagi. Persisnya, di Jalan Raya Mampang mengarah ke perempatan Mampang, Jakarta Selatan. Gundukan tanah di dekat kantor taksi Blue Bird itu bagian dari galian lubang di sisi kiri jalan.

Pria yang nyaris terjerembab itu berada di depan saya. Jarak kami hanya terpaut dua pesepeda motor. Praktis saya dapat melihat dengan jelas bagaimana kegusaran dia. Pagi itu antrean kendaraan bermotor mengular, namun di sisi kiri tetap melaju dengan perlahan.

Saking gusar dan barangkali juga dipicu rasa penasaran, dia sempat menepikan sepeda motornya untuk melihat lubang galian. Mirip seperti yang saya lakukan.

Galian itu ternyata lumayan dalam. Maklum, pekerjaan tersebut adalah rangkaian dalam perbaikan saluran air. Saya perkirakan kedalamannya setinggi pinggang orang dewasa.

Praktis pesepeda motor yang berada di sisi kiri jalan mesti ekstra waspada. Ketika arus kendaraan padat, pesepeda motor umumnya berada di sisi kiri jalan. Manakala kurang konsentrasi bukan tidak mungkin keseimbangan terganggu saat melindas gundukan tanah. Cerita bakal lebih runyam lagi kalau sampai terjerembab ke dalam lubang.

Jangan lupa, jalan berlubang menyumbang sekitar tiga kasus kecelakaan per hari di Indonesia. Sedangkan jalan yang licin menyumbang satu kasus kecelakaan per hari. Oh ya, galian tanah di Mampang itu bakal bertambah licin manakala hujan datang mengguyur.

galian lubang mampang 2015

Secara umum, faktor jalan menyumbang sekitar 8% terhadap total kecelakaan lalu lintas jalan pada semester I/2015. Artinya, setiap hari ada 20 kasus kecelakaan yang dipicu oleh faktor jalan.

Oh ya, kembali lagi ke soal galian di Mampang. Guna membantu pengguna jalan tetap waspada, pihak yang mengerjakan proyek memang memberi tanda. Ada semacam spanduk kecil berwarna kuning mecolok. Tertulis sebuah pesan permintaan maaf atas terusiknya kenyamanan para pengguna jalan. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: