Skip to content

Taksi Bandara Bertarif Fantastis

2 November 2015
Motorola RAZRV3x 85.98.90R 2009:04:08 11:06:11

Motorola
RAZRV3x
85.98.90R
2009:04:08 11:06:11

PEREMPUAN berhijab ini menceritakan pengalamannya naik taksi bertarif fantastis. Ukuran ongkos yang dikeluarkan dari koceknya setara dengan biaya jarak tempuh hingga 60 kilometer. Padahal, dia hanya bergerak dari terminal satu ke terminal tiga bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Jaraknya? Saya taksir tak lebih dari dua kilometer.

“Aku diarahin satpam naik taksi, terus sopir taksinya bilang tarifnya Rp 250 ribu. Tarif itu diberitahu saat mobil jalan. Mobil tidak pakai argo meter,” ujar dia dengan nada penuh kegeraman, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 31 Oktober 2015 malam.

Kami bertemu di lokasi liputan yang sama di Semarang. Evva semestinya berangkat bersama rombongan kami, namun lantaran salah terminal keberangkatan jadinya dia menyusul dengan penerbangan selanjutnya.

Siang itu dia hendak menuju ke Semarang dengan menumpang pesawat Lion Air. Berangkatlah dia dari rumah menuju terminal satu. Hal itu dia lakukan karena setahu dirinya, maskapai milik Rusdi Kirana itu terbang dari terminal satu. “Ternyata sudah pindah sejak Januari 2015,” sergahnya.

Ketika kebingungan dan panik khawatir ketinggalan penerbangan dia diantar satpam menuju taksi. Selanjutnya, berangkatlah taksi menuju terminal tiga Bandara Soetta yang melayani rute penerbangan domestik dan internasional itu.

“Di dalam taksi saya dimintai ongkos Rp 250 ribu. Saya protes, tapi dimarahin. Saya minta turun tidak boleh. Saya takut celaka, akhirnya nurut saja walau marah banget,” urainya.

Evva tak sempat mencatat identitas sang pengemudi maupun identitas kendaraannya. Pastinya, dia sempat berdialog dengan si pengemudi tentang nasib tiketnya jika tertinggal pesawat. Sang pengemudi berjanji akan menunggu dan mengantarnya kembali ke terminal awal. Gratis.

“Faktanya, belakangan saya cari sang sopir tadi menghilang entah kemana,” paparnya lirih.

Apes, setiba di terminal tiga pesawatnya sudah berangkat. Praktis dia harus berangkat dengan penerbangan selanjutnya. Bila semula jadwalnya sekitar pukul 15.00 WIB, sebagai penggantinya dia harus terbang sekitar pukul 18.00 WIB. Tiketnya hangus, harus beli tiket baru. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 2 November 2015 01:25

    Di negri sendiri ngeri eyang, saya malah lebih berani di negri orang kalau kemalaman dan apa

  2. aganwidodo permalink
    2 November 2015 11:43

    Kalo gak tau atau belum pengalaman emang susah ya. Kebiasaan oknum getok harga, gak cuma sopir taksi, nyaris semua hal di indonesia ya memang gitu.

    • Rusli permalink
      3 November 2015 14:03

      Hal seperti ini gak cuma di indonesia kok…di malaysia dan singapur yg negara maju saja sering kok hal seperti ini terjadi…itu sudah sifat jahat manusia yg akan mengambil keuntungan dari orang yg kesusahan…

  3. 3 November 2015 15:35

    harus waspada n tnya kepastian dhlu..

    http://kasamago.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: