Skip to content

Cerita Sandal, Botol, dan Karpet yang Bikin Tabrakan

27 Oktober 2015

kopaja laka jakarta 2015 vivacoid

MALAM merangkak menuju pagi. Sembari melepas lelah setelah bekerja seharian, saya mencoba menikmati siaran televisi. Setelah pencet sana pencet sini, sempat berhenti di sebuah tayangan berita. Dalam sepenggal berita kecelakaan itu ada yang menarik. Sang pengemudi bercerita tentang kecelakaan yang menimpanya.

Pengemudi muda itu diwawancarai jurnalis televisi. Dia menceritakan apa yang baru saja menimpa dirinya. Mobil yang dikemudikannya tersambar kereta api.

Gara-gara ada yang mengganjal tadi, mobil tidak bisa melaju sempurna. Dan, petaka yang merenggut korban jiwa pun terjadi. Jerit tangis pun meledak. Keluarga korban menderita. “Waktu itu habis istirahat, sandal saya taruh di bawah setir. Tahu-tahunya sandal mengganjal pedal gas,” ujar dia dalam sebuah tayangan berita televisi swasta.

Sayang berita itu hanya sepenggal, saya tidak dapat detail peristiwa kecelakaan lalu lintas jalan. Maklum, regulasi yang ada saat ini menyebutkan bahwa kecelakaan di area pintu lintasan kereta api merupakan kecelakaan lalu lintas jalan.

Pengakuan serupa pernah terlontar dari seorang pengemudi bus Kopaja yang terlibat kecelakaan di Jakarta. Masih ingat kasus bus Kopaja merenggut ibu hamil dan sang suami? Bahkan, kejadian di Jakarta pada Rabu siang, 16 September 2015 itu mencederai si buah hati pasangan suami isteri itu.

Pengemudi bus mengaku ada botol air minum dalam kemasan yang mengganjal pedal rem. Dampaknya, bus terus melaju dan berhenti setelah menabrak satu motor dan dua mobil. Kecelakaan menimbulkan dua korban tewas dan satu korban luka-luka. Korban tewas dan luka adalah pengendara sepeda motor. Polisi pun menjerat sang pengemudi berusia muda sebagai tersangka.

Sekitar sepekan kemudian diberitakan bahwa kebenaran ada botol yang mengganjal pedal rem bus Kopaja diragukan. Pihak kepolisian amat yakin tidak ada botol yang mengganjal. “Kalau untuk alasan si supir terganjal botol aqua itu tidak, kita tes taro botol isi air ternyata masih berfungsi dengan baik. Lagi pula di lokasi tidak ada botolnya, kan kita foto,” ujar petugas kepolisian, di Jakarta, Selasa, 22 September 2015.

Dua tahun sebelum kasus Kopaja di Jakarta, terjadi peristiwa kecelakaan tunggal bus tercebur ke sawah. Peristiwa pada Senin malam, 16 Desember 2013 itu terjadi di tepi jalan Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Akibat kecelakaan itu enam orang tewas dan 36 korban menderita luka-luka. Para saksi mengatakan bus melaju kencang sehingga tidak terkendali. Sedangkan sang sopir berkilah sudah menginjak pedal rem ketika hendak menikung. Tapi, ia beralasan, pedal rem terganjal botol Kratingdaeng.

Tak hanya di Indonesia. Kasus kecelakaan yang digadang-gadang karena gangguan di area pedal kendaraan juga terjadi di Amerika Serikat. Dalam sebuah pengadilan di Los Angeles, Amerika Serikat mencuat kasus kecelakaan yang merenggut Noriko Uno. Kuasa hukum sang korban menuding kecelakaan terjadi karena kaki korban tersangkut di antara pedal gas dan rem, sebelum mobilnya menghantam pohon. Karena itu, mereka menggugat sang produsen mobil, yakni Toyota.

Namun, kuasa hukum Toyota menilai bahwa teori tersebut dibuat-buat dan kaki korban tidak tersangkut. Toyota menduga Uno langsung pergi dari lokasi insiden, berbelok dua kali, dan meluncur sekitar setengah mil di sisi jalan yang salah sampai akhirnya dia menabrak pohon.

Beragam peristiwa itu mengajarkan kita banyak hal. Kita bisa menyimpulkan bahwa menyepelekan benda berceceran di bawah kemudi bisa berbuntut fatal. Gangguan pada bagian kaki pengemudi mobil bisa berdampak runyam. Tak hanya kerugian material, maupun merenggut korban jiwa, sang pengemudi bisa terancam menjadi penghuni penjara.

“Sangat disarankan agar area di bawah kaki pengemudi steril dari benda apapun yang bisa mengganggu kenyamanan dan keselamatan di jalan,” tukas Andra, kolega saya suatu ketika, di Jakarta. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. Dian Mas Putra permalink
    27 Oktober 2015 12:55

    kalau otak sepenuhnya ada di telapak kaki ya alasannya pasti itu… pedal rem terganjal botol aqua..

  2. 27 Oktober 2015 19:50

    Selamat Hari Blogger Nasional ya Om Edo..
    😀

    Tetep semangat nulis soal safety…
    Demi peningkatan kesadaran keselamatan dalam berkendara…

    Congrats!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: