Skip to content

10 Kecelakaan Maut Tahun 2015

21 Oktober 2015

bus laka semarang 2015_viva

INDONESIA masih bergulat dengan kecelakaan demi kecelakaan lalu lintas jalan. Pada 2015, tercatat sejumlah kecelakaan yang tergolong amat mematikan. Korbannya beragam, mulai dari pelajar, pekerja, hingga para profesional.

Setidaknya terdapat 10 kecelakaan paling mematikan yang terjadi sepanjang 10 bulan 2015. Kecelakaan tersebut merenggut banyak korban jiwa dalam setiap kejadian. Selain itu, tentu saja menggambarkan tingkat kengerian yang luar biasa. Dari ke-10 kasus tersebut, nyaris semuanya menempatkan sang pelaku sebagai tersangka.

Berikut ini 10 kecelakaan paling fatal yang terjadi sepanjang Januari-Oktober 2015.


1. Kecelakaan Sirandorung

Jerit tangis siswa sekolah dan tangan-tangan lemah yang meminta pertolongan terdengar menyayat dari terbaliknya truk pengangkut siswa. Truk pengangkut siswa sekolah warga perkebunan mengalami kecelakaan fatal sekitar pukul 06.30 WIB, Kamis, 28 Mei 2015, di Kecamatan Sirandorung, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sebanyak 17 siswa meninggal dunia dan enam orang lainnya menderita luka-luka.

Kecelakaan truk diduga diakibatkan oleh ban truk yang lepas. Para siswa itu pun terjebak di dalam lumpur parit yang diperkirakan berkedalaman 2,55 meter. Posisi roda truk berada di atas. Sang pengemudi truk pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.
Sejumlah media menulis bahwa para korban adalah anak para karyawan perkebunan di PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR). Mereka biasa berangkat ke sekolah dengan menumpang truk tersebut.

2. Kecelakaan Jatingaleh

Empat bulan sebelum kejadian di Sirandorung, terjadi kecelakaan maut di tol Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa pada Jumat, 20 Februari 2015 sekitar pukul 13.00 WIB itu melibatkan bus Sang Engon B 7222 KGA yang mengangkut rombongan pengajian. Bus yang berisi 73 penumpang itu merupakan bus keluaran tahun 2012 yang artinya tergolong anyar.

Pihak Ditlantas Polda Jawa Tengah sampai menurunkan tim Traffic Accident Analyst (TAA) dan menggunakan drone untuk mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil temuan awal memperlihatkan bahwa sang sopir bus itu dalam kondisi lelah, namun melaju dengan kecepatan sekitar 115/jam. “Sopir bisa melewati tikungan pertama dan menyalip tiga mobil. Namun 200 meter berikutnya ia tidak mengurangi kecepatan padahal tikungan di lokasi tajam dan berbentuk memutar,” kata Dir Lantas Polda Jawa Tengah, Kombes Istu Hari seperti dilansir laman detik.com.

Inilah petaka paling maut memasuki tahun 2015. sebuah bus pariwisata yang disewa rombongan pengajian terguling di tol Semarang, Jawa Tengah. Laman viva.co.id menulis, sebanyak 16 orang penumpang bus Sang Engon meninggal dunia setelah bus itu terguling di Tol Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah, Jumat siang.

Bus diduga melaju kencang saat masuk Tol Jatingaleh menuju arah timur menuju Tol Gayamsari. Bus tak terkendali, oleng ke kanan melompati pembatas jalan dan terguling.

Kepolisian setempat menetapkan sang pengemudi bus Sang Engon, M Husen sebagai tersangka. Sopir yang juga ikut terluka dalam kecelakaan itu diduga lalai sehingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas jalan.

3. Kecelakaan Tol Cirebon

Enam bulan setelah kasus di Tol Jatingaleh, kecelakaan serupa terjadi di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat. Bus Rukun Sayur jurusan Jakarta-Solo bernopol AD 1543 CS oleng, terguling, dan menghantam pembatas jalan Km 202 Tol Palikanci pada Selasa, 14 Juli 2015. Kecelakaan yang terjadi pada sekitar pukul 14.00 WIB itu merenggut 12 korban jiwa dan 35 orang menderita luka-luka.

Sontak, kecelakaan itu menyedot perhatian banyak pihak termasuk Menteri Perhubungan Ignatius Jonan. Dia menyoroti izin peruntukan bus yang semestinya antar kota dalam provinsi (AKDP), tapi diizinkan menjadi antar kota antar provinsi (AKAP). Terkait hal itu, Menhub mengaku menyurati Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo untuk memberikan sanksi tegas.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa sang sopir, Sularto (35) mengemudi dalam keadaan mengantuk. Sang sopir yang sempat melarikan diri akhirnya menyerahkan diri ke kepolisian sehari setelah peristiwa kecelakaan. Dia pun ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai.

Sejumlah media menyebutkan bahwa bus Rukun Sayur saat kejadian sedang mengangkut sejumlah pekerja konstruksi dari proyek pembangunan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Mereka sedianya akan mudik ke kampung halaman di Jawa Tengah, namun naas mengalami kecelakaan fatal. Bus sewaan itu menjadi saksi bisu bagaimana buruknya dampak mengemudi sambil mengantuk.

4. Kecelakaan Waena

Sebuah kecelakaan maut terjadi saat Indonesia memasuki tahun 2015. Rombongan anak-anak yang hendak berwisata justeru mengalami nasib tragis ketika truk yang mereka tumpangi masuk jurang di kawasan Jembatan Kampwolker, Perumnas III, Waena, Jayapura, Papua.

Kantor berita Antara menyebutkan, ketika memasuki dipertigaan yang menurun menuju Uncen Perumnas III Waena, truk yang ditumpangi rombongan itu mengalami rem blong. Sopir tak mampu mengendalikan dan akhirnya jatuh ke jurang berkedalaman sekitar enam meter di dekat pertigaan itu.
Kecelakaan yang diduga akibat rem blong ini menyebabkan sembilan orang tewas dan 30 terluka. Sang pengemudi ditetapkan sebagai tersangka.

5. Kecelakaan Tol Cipali

Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada pertengahan 2015 menjadi sorotan publik. Maklum, tak kurang dari dua pekan setelah kasus bus Rukun Sayur, tol itu kembali menjadi saksi bisu terjadinya kecelakaan maut yang menimpa satu keluarga. Sebuah minibus Toyota Innova Nopol B 1805 EKX lepas kendali sehingga masuk ke jalur berlawanan di kilometer 166.600 jalur A. Buntutnya, minibus itu dihantam oleh bus yang sedang melaju kencang. Semula, minibus mengarah ke Jakarta.

bus rukun sayur laka palikanci 2015_kompascom

Kecelakaan fatal yang terjadi pada Jumat, 24 Juli 2015 sekitar pukul 23.30 WIB itu merenggut tujuh korban jiwa dan satu korban kritis. Belakangan, korban kritis yang merupakan anak sang pengemudi meninggal dunia di rumah sakit di Jakarta, kota tempat tinggal para korban.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa minibus yang datang dari arah Cirebon menuju Cikopo itu hilang kendali. Mobil kemudian melenceng ke arah kanan dan menabrak guardril, selanjutnya menyeberang parit tol dan masuk ke jalur berlawanan. Bus Setia Negara E 7607 YC yang sedang melaju di jalurnya akhirnya bertabrakan dengan minibus tersebut.

6. Kecelakaan Rokan Hulu

Tiga bulan sebelum kecelakaan di Sirandorung, terjadi kecelakaan serupa. Dump truck yang mengangkut 22 siswa sekolah dasar lepas kendali dan masuk ke parit. Truk yang menjadi kendaraan pengganti karena bus antar jemput sedang rusak itu menewaskan enam siswa SD dan mencederai 17 orang lainnya, termasuk sang sopir yang belakangan ditetapkan sebagai tersangka.

Laman tempo.co menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi di area perkebunan PT Perdana Inti Blok F 38, Afdeling IV, pada Senin, 2 Maret 2015, sekitar pukul 14.00 WIB. Kecelakaan di Desa Kasang Mungkal Kecamatan Bonai Darusalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau tersebut menjadi salah satu kecelakaan terburuk di Indonesia sepanjang 2015.

7. Kecelakaan Baguala

Sebuah kecelakaan maut terjadi Jumat, 27 Maret 2015, pukul 08.30 pagi waktu setempat di Jalan Pier Tendean, Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku. Kecelakaan bermula saat truk pengangkut semen dari luar kota Ambon lepas kendali dan menabrak empat mobil dan dua sepeda motor.

Truk diduga mengalami rem blong. Akibat tabrakan sejumlah mobil terbakar dan menewaskan enam orang serta mencederai 20 korban lainnya. Bahkan, dua penumpang terhempas ke laut, termasuk sopir truk yang selamat karena melompat ke laut. Sang sopir Udin R (32) akhirnya menyerahkan diri dan dijadikan tersangka.

8. Kecelakaan Serang

Mobil bak terbuka (pick up) Grand Max B 9613 NAH yang mengangkut rombongan yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak mengalami kecelakaan maut di jalan Raya Petir, Desa Cicongkok, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten. Kecelakaan yang terjadi pada Minggu, 30 Agustus 2015 itu merenggut lima korban jiwa dan 19 orang luka-luka.

Rombongan yang hendak menghadiri selamatan sanak family yang hendak berangkat haji itu masuk ke jurang berkedalaman sekitar 15 meter. Peristiwa berawal saat kendaraan hendak mendahului, lepas kendali lalu banting stir ke kiri dan terjun ke jurang.

Ironisnya, inilah kecelakaan terburuk yang pengemudinya masih di awah umur, yakni Hendra (16). Kepolisian setempat mengatakan sang sopir dinilai belum lihai dan mencelakakan orang karena itu ditetapkan sebagai tersangka.


9. Kecelakaan Indramayu

Awal 2015 Indonesia dikejutkan oleh kecelakaan fatal yang merenggut lima korban jiwa dan 18 korban luka-luka. Peristiwa tabrakan antara bus dengan bus tersebut terjadi pada Jumat, 9 Januari 2015, sekitar pukul 00.15 WIB.

Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Pantura Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Laman merdeka.com menulis, Dia menjelaskan, kejadian berawal ketika Bus Kramat Jati nopol B 7451 TGA yang dikemudikan sopir cadangan melaju kencang dari arah Cirebon menuju Jakarta. Bus oleng ke kanan dan menyeberang badan jalan dan bertabrakan dengan Bus Dedy Jaya nopol G 1667 FR yang datang dari arah berlawanan.

Saking kerasnya benturan kedua bus tadi membuat sejumlah penumpang terlempar keluar dari bus.

10. Kecelakaan Banyuwangi

Bus Setiawan bertabrakan dengan minibus di jalan berbelok ruas Jalan Raya Situbondo, Dusun Krajan, Desa Bengkak, Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur. Dinginnya dinihari menjadi saksi bisu bagaimana lima orang meregang nyawa dan 12 orang terluka.

Kecelakaan yang terjadi pada sekira pukul 02.30 WIB itu menyeret sang pengemudi saat itu menjadi tersangka. Mariyono, pria yang saat kejadian kedapatan mengemudi bus sejatinya adalah kondektur bus. Saat itu dia menggantikan sopir yang mengantuk. Sang sopir yang dia gantikan meninggal akibat kecelakaan tersebut.

Kepolisian Resor Banyuwangi, Jawa Timur, seperti dilansir laman tempo.co, menetapkan Mariyono sebagai tersangka. Dia dibidik dengan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.

Dugaan yang mencuat, sopir bus dan minibus memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Akibatnya, seperti dikutip laman tempo.co, saat berada di tikungan, kedua sopir sulit mengendalikan kendaraan sehingga terjadi kecelakaan. (edo rusyanto)

foto-foto: viva.co.id dan kompas.com

Iklan
One Comment leave one →
  1. 22 Oktober 2015 01:52

    Reblogged this on Suetoclub's Blog and commented:
    Mautt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: