Skip to content

Bunga Diberi, Helm Terlupakan

14 Oktober 2015

helm pemotor madura1

SEMPAT merinding membaca status bro Ivan beberapa hari lalu. Status yang dicantumkan di media sosial path itu menjadi satu lagi fakta bahwa ada banyak drama di jalan raya kita. Simak saja tulisan bro Ivan yang saya kutip utuh di bawah ini.

Senja itu, gw ama temen2 bekas kantor gw lg asik nongkrong di pojok sevel salemba. Ngobrol ngalor ngidul gak jelas. Tiba-tiba konsentrasi gw tertuju ke seorang co yg bru datang pake Ninja 250. Itu motor keliatan banget kalo bru dari dealer, platnya bru bulan September. Sebenernya bukan motornya yg menarik perhatian gw, tpi barang yg dibawanya, seiket bunga…wedew…

Dan bener aja, gak lama ada ce cakep, montok, bersih, pokoknya mantab dah, deketin tuh co. Seiket bunga langsung berpindah tangan ke tuh cewek. Sontak ce2, dri cabe2an sampe ce masuk kategori milf langsung pada senyam-senyum ngliatin pasangan itu…

Tapi ada satu hal kecil, yg mungkin sama tuh co dianggap sepele, tp cukup krusial buat gw. Selepas mesra2an, keduanya naik motor, pergi entah kemana, tpi yg konyol tuh co gak bisa jamin keselamatan tuh ce karena gak ngebawain tuh ce helm, padahal dia ngajak tuh ce boncengan pake motor….

KOK BISA?????

Kalo gw jdi tuh ce, gw gak bakalan pernah mau jdi pasangan tuh co. Kenapa? Ya jelas, tuh co gak bisa jamin keselamatan tuh ce, trus bagaimana dia jamin hidup tuh ce kedepannya?????

Bro, helm itu bukan untuk menghindari polisi, helm itu hanya untuk meminimalisir terjadinya kefatalan jika terjadi kecelakaan. Ingat HANYA MEMINIMALISIR… inget pembalap Simoncelli? Dia yg balapan di sirkuit, pake helm seharga motor Byson aja bisa tewas, apalagi lo bro yg pake helm harganya cuma ratusan ribu…

* * *

Saya pernah menanyakan alasan kenapa tidak pakai helm kepada sejumlah siswa di Jakarta, baru-baru ini. Jangan kaget, mayoritas menjawab malas untuk memakai helm (44,68%). Alasan kedua terbesar adalah panas kalau memakai helm (29,79%).

helm di path ivan

Lalu, alasan ketiga terbesar karena tidak punya helm (14,89%). Sedangkan alasan karena tidak ditilang menjadi jawaban keempat, yakni 10,64%.

Apapun alasannya, tidak memakai helm saat bersepeda motor bisa mengundang fatalitas manakala terlibat insiden di jalan. Kita tahu bahwa benturan pada kepala bisa berujung menyakitkan kepada seseorang. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan, cedera di kepala dan leher menjadi pemicu kematian terbesar kepada pesepeda motor yang terjebak kecelakaan lalu lintas jalan.

WHO dalam laporan bertajuk ‘Global Status Report on Road Safety 2013’ menyebutkan, di Eropa, cedera kepala berkontribusi sekitar75% terhadap kematian para pesepeda motor. Sedangkan di negara-negara tertinggal dan berkembang, diperkirakan hingga 88%.

Ya. Helm bagi pesepeda motor bermanfaat untuk mengurangi risiko saat bersepeda motor. Memakai helm standard dengan kualitas baik bisa mengurangi risiko kematian sebesar 40%. Selain itu, helm juga bisa mereduksi risiko cedera serius lebih dari 70%.

Curhatan bro Ivan dalam statusnya di Path mengingatkan kita soal pengubahan mindset, dari menyepelekan soal helm menjadi lebih peka lagi. Jurnalis muda yang juga senator alias senang naik motor itu mengajak kita lebih peka soal keselamatan saat bersepeda motor.

Jika untuk hal yang dianggap sepele saja kita tak mampu mengatasinya, bagaimana bisa menuntaskan masalah yang besar?

Pilihan ada di tangan kita. Apalagi, ada sanksi yang mengintai ketika seseorang yang bersepeda motor tidak memakai helm. Ada sanksi maksimal Rp 250 ribu atau penjara maksimal satu bulan. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. An_Syahri permalink
    14 Oktober 2015 01:02

    Miris…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: