Skip to content

Pingsan Dua Jam Disundul Orang Ngantuk

13 Oktober 2015

laka motor garut

ADA pesan penting lain dari balik kejadian nyata ini.

Perempuan muda ini duduk disamping saya. Dia membuka pembicaraan lumayan serius ketika membahas keselamatan berkendara. Tidak tanggung-tanggung, dia menceritakan kejadian yang sempat membuatnya trauma jika harus berboncengan di motor.

“Saya trauma kalau harus jadi pembonceng. Itu semua karena saya punya pengalaman tidak enak,” papar perempuan muda berambut lurus itu suatu siang, di Jakarta.

Peristiwa yang membuatnya trauma terjadi ketika sedang dalam perjalanan touring keluar kota. Malam itu iring-iringan sepeda motor peserta touring sedang berjalan seperti biasa keluar kota Jakarta. Dalam perjalanan, sepeda motor yang ditumpangi perempuan muda itu tiba-tiba disundul dari belakang. Sontak dia dan sang pengendara terjatuh.

“Saya luka ringan, sedangkan teman saya yang bawa motor malah luka-luka lebih banyak. Tapi, saya sempat pingsan dua jam,” selorohnya.

Belakangan perempuan muda berambut hitam itu tahu bahwa sang penabrak yang juga temannya berkendara dalam keadaan ngantuk. Dia bilang, ngantuk membuat pesepeda motor bisa mencelakakan orang lain.

Oh ya, dia juga mengaku bahwa dirinya pernah dua kali ditabrak ketika menjadi pembonceng. Trauma yang muncul perlahan mulai menghilang. “Itu karena kejadiannya sudah lama. Tapi, saya lebih suka membawa sendiri sepeda motor daripada diboncengin,” katanya.

Bahaya Ngantuk

Bahaya berkendara saat mengantuk semua orang banyak yang tahu. Tapi, tetap saja ada yang memaksakan diri mengemudi ketika tahu dirinya sedang mengantuk. Padahal, ngantuk bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Silakan saja cari di internet, segudang pemberitaan kecelakaan yang dipicu oleh pengemudi yang mengantuk.

Kondisi mengantuk merusak konsentrasi pengemudi. Ketika konsentrasi terganggu, pengemudi menjadi kehilangan kendali dan sulit merespons dengan baik terhadap situasi yang ada. Terlebih, situasi kritis seperti pengambilan keputusan yang tepat ketika harus bermanuver dalam menghindari kecelakaan.

Sanksi mengemudi dalam keadaan mengantuk bisa dipidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Saking seriusnya soal mengantuk sambil berkendara melahirkan aturan yang mewajibkan seluruh pengendara berkonsentrasi. Lihat saja di dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yakni pasal 106 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.
Pencejalasan mengenai ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk,menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Ternyata, ada sanksinya loh. Simak saja pasal 283 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan nermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Sepanjang semester pertama 2015, setiap hari terjadi sekitar lima kasus kecelakaan yang dipicu oleh ngantuk. Menurut data Korlantas Polri, kontribusi mengantuk terhadap kecelakaan mencapai sekitar 2%. Pada periode itu setiap hari terjadi 250-an kasus kecelakaan. Buntut kecelakaan tersebut merenggut 70-an jiwa setiap harinya. Ironis. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: