Skip to content

Pengakuan Perempuan Ini Potret di Sekitar Kita

12 Oktober 2015

perempuan dan anak di motor
(foto:ilustrasi)

KESEHARIAN perempuan setengah baya ini amat bersahaja. Lazimnya perempuan kebanyakan di masyarakat kita, rutinitasnya sebatas mengurus rumah, suami, dan anak. Sesekali, dia menerima pesanan jahitan untuk menambah uang belanja dapur.

Manakala mengantar anak bungsunya ke sekolah, pilihan jatuh memakai sepeda motor. Alasannya sangat sederhana, yakni biaya memakai si kuda besi lebih irit dibandingkan menggunakan angkutan kota (angkot). Memakai sepeda motor hanya membutuhkan Rp 10 ribu untuk dua hari, sedangkan naik angkot bisa habis Rp 24 ribu per hari.

“Tapi, ibu naik motornya suka bikin kagok orang lain, mungkin karena terlalu hati-hati,” kata anak sulung sang perempuan tadi, suatu ketika di pinggiran Jakarta.

Karena itu, tambah dia, saat mengantar pesanan jahitan baju, sang ibu meminta dirinya mengantar, berboncengan dengan sang ibu. Pasalnya, jarak rumah pemesan jahitan tergolong lebih jauh dibandingkan lokasi sekolah si bungsu.

“Saya naik motor suka kagok. Malahan saya mending berhenti kalau berpapasan mobil di jalan kampung. Makanya kalau jarak jauh minta dianter anak yang gede,” ujar perempuan empat puluh tahunan itu.

Pada praktiknya, dia mengaku nyaris tidak pernah menyalakan lampu isyarat (sein) saat mau berbelok. Apalagi melihat kaca spion saat mau berbelok, tidak pernah kepikiran. “Pokoknya jalan pelan-pelan aja supaya selamat,” katanya.

Berbekal sepeda motor skutik, perempuan itu menelusuri jalan-jalan kampung dalam mengantar sang anak ke sekolah. Dia dan anaknya yang kelas satu sekolah dasar, nyaris tak pernah pakai helm karena menganggap jarak tempuhnya dekat. Pemandangan serupa menjadi keseharian di lingkungan tempat tinggal perempuan itu. Soal kecelakaan, dia berujar, “Amit-amit deh, jangan sampai kecelakaan.”

Oh ya, sang ibu dan anak sulungnya sama-sama tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) C. Anak sulung sang ibu berusia dua puluh tahunan. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: