Lanjut ke konten

Begini Cara Meredam Emosi Kala Berkendara

9 Oktober 2015

antrean-kendaraan

KOLEGA saya bertanya. “Bagaimana menyikapi perilaku pengendara ugal-ugalan di jalan? Misal,tiba-tiba kita dipotong oleh pengendara lain.”

Pertanyaan nyaris serupa pernah juga dilontarkan seorang siswa SLTA dalam sebuah diskusi. “Bagaimana cara memberitahu kepada pengendara yang ugal-ugalan dan akibat ulah dia kita nyaris celaka?”

Jalan raya memang punya segudang persoalan yang dramatis. Persoalan yang kerap mencuat di kota-kota besar, khususnya di Jakarta, hadirnya emosi yang menggelegak. Emosi yang tak terkendali melahirkan amarah. Kalau sudah begini, tinggal sepelemparan batu untuk terjadinya gesekan sosial, bahkan kecelakaan lalu lintas jalan. Kok bisa?

Coba bayangkan. Jalur berkendara Anda tiba-tiba dipotong. Lalu, tersulut emosi dan marah. Lantas mengejar sang pelaku pemotong jalur tadi. Untuk mengejar membutuhkan kecepatan tinggi. Akibat emosi yang tertahan, terganggulah konsentrasi Anda. Bukankah konsentrasi yang terganggu bisa memperbesar peluang terjadinya kecelakaan di jalan?

Dalam contoh di atas, apa yang bisa dilakukan untuk meredam emosi agar tak meledak sehingga merusak konsentrasi?

Sejumlah literatur yang pernah saya baca menyebutkan bahwa emosi negatif bisa menyebabkan sejumlah penyakit. Bahkan, amarah yang meledak-ledak dalam lima menit saja bisa menimbulkan stress dan menimbulkan penurunan daya tahan tubuh. Padahal kita tahu bahwa stress bisa merusak konsentasi berkendara.

Berikut ini sejumlah upaya meredam emosi saat berkendara yang menjadi pilihan saya.

1. Berpikir Positif

Nah, guna meredam emosi saat berkendara langkah awal yang amat penting adalah dengan berpikir logis. Dalam contoh kasus di atas, pikiran logis yang bisa didorong keluar adalah; “Apa manfaatnya saya mengejar sang pemotong jalur?”

Lalu, “Apakah dengan memarahi dan mengumpat sang pelaku bisa mengubah perilaku ugal-ugalan dia dalam sekejap?”

Atau, “Kalau saya mengejar dengan tergesa-gesa dan tidak berkonsentrasi bisa bikin celaka diri sendiri dan orang lain.”

2. Bertindak Tenang

Redakan sejenak pikiran, yakni sekitar lima detik seraya menarik nafas panjang. Di masyarakat kita kerap disebut dengan istighfar. Lewat istighfar bisa mengurangi sesaknya emosi dan selanjutnya bisa menjernihkan pikiran. Tentu selanjutnya disalurkan lewat tindakan yang positif. Bukan diluapkan dengan emosi yang meledak-ledak.

3. Prioritaskan Keselamatan

Camkan bahwa keselamatan saat berkendara tak semata untuk diri sang pengendara. Ada hak pengguna jalan yang lain untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan yang sama. Bahkan, ada keluarga tercinta yang membutuhkan keselamatan kita kembali ke rumah.

4. Mendoakan Kebaikan

Mendoakan agar pengguna jalan mendapat keselamatan saat berlalu lintas jalan. Mendoakan agar perilaku ugal-ugalan bisa diubah menjadi lebih santun dan tidak membahayakan orang lain. Cara ini efektif untuk meredam emosi kita kala berkendara. Mendoakan orang lain tidak ada ruginya malah bisa membuat diri kita tenang saat berkendara. (edo rusyanto)

Sejumlah inspirasi tulisan:

Penyakit karena gangguan emosi

Cara Cepat Redakan Emosi saat Berkendara di Jalan

3 Komentar leave one →
  1. 9 Oktober 2015 12:49

    kereeeeennnn thanks ya

  2. 9 Oktober 2015 15:24

    Kalo udah di jalan, kadang-kadang emosi mengalahkan akal sehat.
    Yah yang sabar sajalah

  3. 11 Oktober 2015 22:25

    Reblogged this on Suetoclub's Blog and commented:
    tenang dan sopan berkendara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: