Skip to content

Makna Mobil Berisyarat Lampu Kuning

5 Oktober 2015

mobil patroli lrt adhi

TERIK matahari demikian menyengat hingga ke ubun-ubun. Siang itu cuaca Bekasi Timur juga disertai dengan terpaan angin yang cukup kencang. Sedangkan di jalan raya tampak kendaraan tumpah ruah. Lengkaplah sudah, bermacet ria dengan siraman cahaya matahari yang membludak.

Saya bersama sejumlah kolega siang itu menghadiri sebuah acara yang digelar oleh pengembang properti. Hajatan kecil untuk sebuah proyek properti senilai Rp 600 miliar itu dipadati beragam pengunjung. Tak heran jika beragam kendaraan bermotor tumpah ruah di area parkir yang disediakan. Bahkan, mobil para tamu meluber hingga ke sisi jalan.

Di antara sekian banyak mobil pribadi dan mobil dinas yang hadir, tampak satu sosok yang tongkrongannya berbeda dari yang lain. Mobil jenis sport utility vehicle (SUV) itu nangkring di sisi kiri depan lokasi acara. Praktis penampilannya menggoda mata para tamu yang datang dan salah satunya saya. Jadilah jepret sana dan jepret sini untuk sekadar mengabadikan sang mobil berwarna hitam itu.

Perhatian saya tertuju pada kelengkapan berupa lampu isyarat warna kuning yang bertengger di bagian kap mobil. Rasanya mobil merek Amerika Serikat itu kian gagah dilengkapi atribut tersebut. Maklum, itulah kendaraan operasional “Unit mobile quality control” milik badan usaha milik negara (BUMN) PT Adhi Karya Tbk.

Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

mobil patroli lrt

Penasaran soal pemakaian lampu isyarat kuning, saya buka-buka catatan. Ternyata, soal itu ada di Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Di dalam pasal 59 UU itu disebutkan bahwa untuk kepentingan tertentu, kendaraan bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.

Nah, lampu isyarat yang dimaksud terdiri atas warna merah, biru, dan kuning.

Dalam pasal yang sama ditegaskan bahwa lampu isyarat warna merah atau biru serta sirene berfungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki hak utama. Sedangkan lampu isyarat warna kuning berfungsi sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan lain.

Lalu, lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sedangkan lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah.

Nah, lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Artinya, mobil operasional LRT di atas masuk dalam golongan yang memakai lampu kuning. Pantesan aja.

Oh ya, bagi mereka yang coba-coba melanggar ketentuan tersebut, di dalam UU 22/2009, khususnya di pasal 287 ayat 4 ditegaskan bahwa orang yang melanggar ketentuan hak utama dan penggunaan alat peringatan dengan bunyi dan sinar bisa dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (edo rusyanto)

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. 5 Oktober 2015 10:57

    yang saya lihat mobil model begini untuk mengiring tronton yang bawa alat berat…

    • 5 Oktober 2015 11:01

      mobil tronton juga termasuk yg boleh pakai rotator kuning, salam.

  2. 5 Oktober 2015 11:21

    owh…paham mas,,,sering lewat pantura, kadang tronton yang bawaannya aneh-aneh itu ada lampu kuningnya dia tas yang muter-muter.
    Bahkan Kemarin di Semarang pernah njumpai beberapa iringan tronton yang ada 2 orang tambahan di belakang dengan memakai lampu khusus untuk mengamankan jarak dengan pengendara di sekitarnya.

    • 5 Oktober 2015 11:56

      makasih infonya kawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: