Skip to content

Dua Dari Sepuluh Kecelakaan Dipicu Faktor Ngebut

26 September 2015

rambu kecepatan tol lengkap2

MELAJU dengan kecepatan tinggi di jalan raya berisiko besar. Wong melaju di area terbatas seperti sirkuit balapan aja risikonya gede, apalagi di jalan raya. Betul nggak?

Nah, fakta memperlihatkan bahwa pada semester pertama 2015 terjadi kenaikan kecelakaan yang dipicu faktor ngebut alias melampaui batas kecepatan. Pada periode itu kalau melihat data Korlantas Polri tercatat ada kenaikan sekitar 3% bila dibandingkan semester pertama 2014. Bila semula setiap hari terjadi 32 kasus kecelakaan, kini menjadi 33 kasus per hari.

Di dalam faktor manusia, berkendara melampaui batas kecepatan ternyata menyumbang sekitar 15% per akhir Juni 2015. Angka itu setara dengan dua dari sepuluh kasus kecelakaan lalu lintas jalan dipicu oleh faktor ngebut.

Melihat kondisi seperti itu komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau) tergugah untuk mengajak publik tidak sembrono di jalan raya. Khususnya, tidak ngebut di jalan raya mengingat risikonya yang demikian tinggi. Ngebut bisa menyebabkan sang pengendara kesulitan mengendalikan kendaraannya. Ketika hal itu terjadi bukan mustahil selangkah lagi untuk terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Seperti dibeberkan oleh fakta data di atas rasanya tak perlu ngebut di jalan raya.

Di Indonesia, aturan soal batas kecepatan tertuang di dalam Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Bahkan, pada tingkat teknis telah keluar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 11 tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. Menteri Perhubungan Ignatius Jonan menandatangani aturan tersebut pada 29 Juli 2015.

Permenhub ini mengatur lebih rinci apa yang tertuang di dalam PP No 79 tahun 2013. Contohnya, kecepatan paling tinggi untuk kendaraan bermotor, yakni roda empat atau lebih adalah 80 kilometer per jam (kpj), sedangkan untuk sepeda motor 60 kpj. Aturan ini untuk jalan arteri primer yang memiliki jalur cepat dan jalur lambat terpisah.

Contoh lain adalah pada jalur lambat di kawasan dengan kegiatan yang padat, kecepatan paling tinggi adalah 30 kpj. Sedangkan di kawasan kegiatan yang tidak padat adalah 50 kpj.

Poster 43_ngebut

Ajakan Kopcau tentang tidak perlu ngebut di jalan raya dituangkan di dalam poster digital ke-43. Poster yang menggambarkan speedo meter berkecepatan tinggi dengan uraian berupa fakta kecelakaan akibat ngebut didesain secara apik. “Kami luncurkan poster ke-43 Jumat, 25 September 2015 malam saat kopdar di kedai roti bakar,” tutur Iful, ketua Kopcau, Jumat.

Oh ya, persoalan kecelakaan lalu lintas jalan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Sepanjang enam bulan pertama 2015, terjadi kenaikan kasus kecelakaan sekitar 3% menjadi sekitar 253 kasus per hari. Buntut dari kasus itu menimbulkan hampir 76 ribu kecelakaan. Dari jumlah korban tercatat sekitar 17% nya berujung pada kematian. Hingga akhir Juni 2015 tercatat sekitar 73 orang tewas setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Angka itu melonjak sekitar 22% bila dibandingkan dengan periode sama tahun 2014. Miris.

Kopdar Pengicau didirikan di Jakarta pada 23 Desember 2012. Awalnya, komunitas ini beranggotakan para admin twitter dari komunitas atau klub sepeda motor di Jabodetabek. Kini, setiap individu bisa menjadi anggota komunitas itu asal memiliki kepedulian pada masalah keselamatan jalan.

Dalam kopdar yang digelar dua minggu sekali pada Jumat malam, Kopdar Pengicau menelorkan satu poster digital yang berisi pesan kampanye keselamatan jalan. Poster digital itu disebar lewat akun twitter @kopdarpengicau dan akun para anggotanya. Selain itu, disebar juga lewat media sosial lainnya seperti facebook, path, dan makro blogging hingga media massa konvensional. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: