Skip to content

Jangan Lupa, Begini Mekanisme Perpanjangan SIM

21 September 2015

sim keliling

SEGELAS green tea tamarine menemani siang nan berbinar Jakarta. Kami duduk melingkar di atas kursi kayu berwarna kecoklatan. Di tengah-tengah bertengger tenda bulat yang sesekali bergoyang diterpa angin kemarau yang cukup kuat.

Saya berkumpul dengan sejumlah jurnalis kompas.com di kantor mereka di bilangan Palmerah, Jakarta Barat. Perbincangan sesekali diselingi dengan kudapan berupa tempe mendoan yang dipasangkan dengan cabe rawit berwarna hijau.

“Biar segar, ini saya bawakan juga rujak buah,” seloroh kolega saya, Agung, Jumat, 18 September 2015 siang.

Jadilah perbincangan mengalir dengan sesekali menyeruput minuman segar dan kudapan yang bikin goyang lidah. Topik perbincangan yang berpangkal pada bagaimana pengurusan surat izin mengemudi (SIM) dan kaitannya dengan keselamatan pengendara di jalan, menjadi terasa ringan, walau sesungguhnya cukup berat.

“Sebenarnya, aturan pengurusan SIM itu sudah sangat bagus yah pak Edo?” sergah seorang jurnalis muda.

Diantara kita banyak yang tahu bahwa mekanisme mengajukan SIM hingga akhirnya mendapat SIM mekanismenya demikian ketat. Ini saya kutipkan dari Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi, calon pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri.”

Seorang jurnalis berseloroh, saat ujian tertulis untuk mendapat SIM, banyak orang merasa ikut ujian tanpa pernah belajar. Jadi hasilnya, bisa jadi tidak lolos ujian tertulis. “Saya pernah, gagal ujian tertulis dan datang lagi pada kesempatan berikutnya, akhirnya baru lulus,” papar dia.

Kembali lagi soal mekanisme mendapatkan SIM. UU tersebut bilang, untuk mendapatkan SIM, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian.

Misal, si A ingin mengajukan SIM C, yakni untuk sepeda motor, persyaratan yang harus dipenuhi mencakup usia paling rendah 17 tahun. Lalu, melampiri Kartu Tanda Penduduk dan tentu saja mengisi formulir permohonan serta rumusan sidik jari.

Dari sisi kesehatan mesti sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter dan sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis.

Nah, si A juga harus lulus ujian teori, ujian praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.

sim perpanjangan aturan perkap 9 12

SIM yang berlaku selama lima tahun itu harus diperpanjang sebelum jatuh tempo atau batas waktunya. Misal, si A tadi SIM C nya berlaku hingga 1 Oktober 2015, maka SIM nya harus diperpanjang sebelum tanggal itu. Jika melewati tanggal itu bisa panjang proses pengurusannya.

Merujuk pada Peraturan Kapolri (Perkap) No 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi ditegaskan bahwa persyaratan administrasi pengajuan perpanjangan SIM ada lima. Persyaratan itu mencakup mengisi formulir pengajuan perpanjangan SIM, KTP yang masih berlaku, dan SIM lama. Selain itu, surat keterangan lulus uji keterampilan simulator dan surat keterangan kesehatan mata.

Bagaimana bila perpanjangan yang dilakukan setelah lewat waktu?

sim syarat kompetensi uu 22 2009

Jawabannya, harus diajukan SIM baru sesuai dengan golongan yang dimiliki dengan memenuhi persyaratan, yakni mengisi formulir pengajuan dan KTP. Selain itu, melampirkan sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi.

Hal yang sempat menyita perbincangan kami sepanjang siang hingga sore hari adalah soal tes psikologis. “Rasanya saya nggak pernah dites psikologi waktu bikin SIM,” ujar seorang jurnalis lainnya.

Kalau merujuk Perkap di atas ternyata tes psikologis itu mencakup hal-hal krusial. Substansi tes ini terdiri atas kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi, dan ketahanan kerja.

Menjelang petang, obrolan kami sudahi. Perbincangan yang dikemas dalam obrolan rakyat sekalipun melelahkan membuka mata kami semua bahwa penerbitan SIM bukan hal main-main. SIM adalah mandat negara kepada warganya untuk berkendara di jalan. Penerbitan SIM mutlak berbasis kompetensi, bukan sekadar sim salabim, jadilah. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 23 September 2015 04:11

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: