Skip to content

Wuih, Tahun Ini Jakarta Dibanjiri 57 Gedung Jangkung

19 September 2015

gedung jangkung jkt

DENYUT pembangunan gedung jangkung di Jakarta seperti tak pernah terhenti. Lihat saja sejumlah proyek yang diluncurkan tahun 2015. Setidaknya ada 12 proyek yang digulirkan para pengembang properti.

Nah, untuk gedung jangkung yang bakal masuk ke Jakarta pada 2015 jumlahnya ternyata cukup banyak. Saat ini, tercatat setidaknya ada 57 hutan beton yang bakal menambah semarak Ibukota Republik Indonesia itu. Data konsultan properti Colliers International Indonesia memperlihatkan, dari 57 gedung itu sebanyak delapan di antaranya adalah gedung perkantoran dan selebihnya adalah apartemen.

Ketinggian gedung itu bervariasi ada yang 100 meteran dan ada juga yang mencapai 200 meteran. Hingga kini belum ada pencakar langit yang tingginya menembus 300 meteran. Memang ada sejumlah rencana yang menyiapkan gedung dengan ketinggian luar biasa. Salah satunya, adalah The Signature yang memiliki ketinggian sekitar 638 meter. Proyek yang disebut-sebut menelan investasi hingga US$ 1 miliar itu digadang-gadang bakal menjadi gedung tertinggi di Asia Tenggara. Namun, entah kapan pembangunan gedung itu akan dimulai, walau sayup-sayup tersiar kabar bakal sudah berdiri pada 2020.

Bangunan lain yang akan memulai pembangunannya pada tahun ini adalah proyek megatall, The Signature. Dengan tinggi 638 meter, the Signature akan menjadi gedung tertinggi keenam di dunia, dan menjadi gedung tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Konstruksinya sendiri, sempat ditunda selama beberapa kali karena masalah teknis, namun proyek seharga US$ 1 miliar ini, diharapkan akan selesai dibangun pada tahun 2020.

Yuk kembali lagi soal gedung jangkung yang bakal masuk ke Jakarta pada 2015. Data Colliers International Indonesia menyebutkan bahwa kehadiran 57 gedung anyar itu akan melengkapi 122 gedung jangkung yang sudah lebih dulu ada di Jakarta. Sedangkan untuk segmen apartemen, dari 49 gedung yang akan masuk tahun ini bakal menyediakan hampir 27 ribu unit apartemen.

Di sisi lain, kehadiran gedung jangkung alias pencakar langit itu kian menambah sumringah wajah Jakarta. Kota yang dihuni sekitar 17,5 juta kendaraan bermotor ini tentu mendapat tantangan lebih dalam urusan lalu lintas jalan. Sekalipun kini ada pembangunan MRT maupun LRT, kesemrawutan lalu lintas jalan belum bisa sepenuhnya diselesaikan. Maklum, kehadiran LRT ditaksir hanya mampu mengurangi kemacetan hingga sekitar 40%. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: