Skip to content

Ketika Sang Cucu Tertabrak 15 Meter dari Rumah

17 September 2015

antrean-kendaraan

ANAK di bawah umur itu tampak ceria. Dia bermain dengan teman sebayanya. Sore itu tak ada yang mengira akan menjadi keceriaan terakhir dari Budi, kita sebut saja begitu.

Keceriaan semula selalu menghiasi rumah orang tuanya, termasuk bagi Ahdi, kita sapa saja begitu, kakek dari Budi. Kini, keceriaan itu pergi begitu saja.

Nestapa berawal ketika sebuah mobil jenis multi vehicle purpose (MPV) yang dikendarai Dhanieg, bukan nama sesungguhnya, melaju di dekat lokasi bermain Budi. Mobil yang belakangan diketahui melaju dengan kecepatan berkisar 60-90 kilometer per jam (kpj) itu lepas kendali dan akhirnya menabrak Budi.

“Dari jarak sekitar 40 meter saya melihat sejumlah orang di kiri dan kanan jalan, tapi tiba-tiba ada yang menyeberang jalan. Saya hanya bisa membunyikan klakson dan tidak bisa menghindar lagi,” papar Dhanieg.

Petaka pun terjadi. Korban yang tertabrak mobil jiwanya tak tertolong. Keceriaan cucu Ahdi raib dalam seketika. Sang cucu meregang nyawa 15 meter dari rumahnya.

“Kalau kami sudah memasrahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa,” papar orang tua Budi.

Perdamaian pun dirajut antara keluarga korban dengan keluarga penabrak. Di sisi lain, keluarga Dhanieg juga memberikan santunan Rp 15 juta sekaligus sebagai uang duka. “Saya menyesal dan tidak ingin mengulangi lagi kejadian ini,” papar Dhanieg.

Penyesalan dan permintaan maaf, serta perdamaian yang terbangun di antara kedua keluarga itu meringankan vonis yang dijatuhkan hakim. Di pengadilan, hakim akhirnya memvonis Dhanieg lima bulan penjara dengan masa percobaan 12 bulan. “Selain itu, terdakwa juga mesti membayar denda Rp 1 juta,” kata majelis hakim dalam vonisnya.

Anak-anak menjadi kelompok yang rentan menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan. Indonesia punya persoalan serius soal keselamatan anak di bawah umur. Data memperlihatkan bahwa sepanjang 2010-2013 sedikitnya 142 ribu anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan di jalan. Selain itu, sedikitnya 24 ribu anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan.

Para orang tua dituntut ekstra waspada dalam melindungi keselamatan anak-anak di jalan raya. Mereka bisa menjadi korban saat berkendara atau menjadi korban saat berjalan kaki. Salah satu upaya melindungi mereka adalah dengan membekali pemahaman tentang pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Kita wajib berikhtiar, sekalipun akhirnya semua tergantung Sang Maha Pencipta. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. An_Syahri permalink
    17 September 2015 07:29

    Innaalillaahi wa innailaihi roji’uunn…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: