Skip to content

Dana Buat Manajemen Keselamatan Cuma 1%

11 September 2015

bus laka ciloto 2015_viva

SUATU petang, saat asyik ngulik kerjaan di kantor, tiba-tiba seorang teman menyodorkan sebuah berkas. Tebalnya cukup lumayan, walau tidak setebal buku alamat telepon atau buku kuning. Isinya?

Nah, ini dia. Berkas itu ternyata berisi tentang Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kementerian perhubungan (kemenhub) tahun 2015. Dana untuk DIPA berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Awalnya sih nggak terlalu serius membolak-balik tiap halaman yang isinya angka-angka melulu hingga akhirnya berhenti di halaman yang mengulas soal angkutan jalan. Ada bagian yang menggoda perhatian saya, yakni di bagian DIPA Sub Sektor Transportasi Darat. Halah, apa pula ini.

Di bagian tersebut terlihat ada lima bagian penyebaran anggaran. Perhatian saya lebih tertuju pada bagian yang terkait keselamatan jalan (road safety). Maklum, kemenhub adalah salah satu penanggung jawab dari lima pilar Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan yang digulirkan pemerintah pada 2011. Kemenhub bertanggung jawab pada Pilar Ketiga, yakni Kendaraan yang Berkeselamatan.

Balik lagi soal DIPA kemenhub 2015. Di dalam sub sektor Transportasi Darat terlihat bahwa alokasi dana untuk Manajemen dan Peningkatan Keselamatan Transportasi Darat ternyata hanya 1% dari total anggaran 2015. jumlah dana yang dialokasikan sekitar Rp 57,7 miliar.

Dana untuk keselamatan jalan itu jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan dana pembangunan sarana dan prasarana transportasi Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) dan pengelolaan prasarana lalu lintas SDP yang mencapai sekitar Rp 2,3 triliun. Bahkan, dengan dana Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya juga kalah besar, yakni sekitar Rp 168,6 miliar.

“Tapi itu belum APBN-P ya pak Edo,” seloroh kawan saya, Kamis, 10 September 2015 malam.

(lihat grafis di bawah)

dana safety kemenhub 2015
Sebagai orang awam, saya kok melihatnya kepedulian pemerintah dalam mengalokasikan dana bagi keselamatan jalan amat minim. Padahal, pemerintah bertekad ingin menurunkan fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan hingga 50% sepanjang 2011-2020. Bahkan, menargetkan penurunan hingga 80% pada 2035. Tahun basis untuk penurunan fatalitas adalah tahun 2011. Saat itu, setiap hari 86 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

Betul pemerintah tidak hanya kemenhub, masih ada pemangku kepentingan lainnya seperti kementerian pekerjaan umum (kemen pu) hingga Kepolisian RI. Setiap program tentu membutuhkan anggaran. Bila, anggaran tidak memadai jangan-jangan target juga bisa tidak tercapai. Jangan-jangan loh yah, belum tentu pasti. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: