Lanjut ke konten

Kecelakaan Akibat Mengantuk Melonjak Hampir 700%

9 September 2015

mengantuk saat nyetir_viva

PERNAH mengemudi saat rasa kantuk menyerang? Dapat dipastikan konsentrasi buyar seketika dan respons terhadap situasi sekitar pun melorot drastis.

Tahukah Anda bahwa di Indonesia kecelakaan yang dipicu mengantuk porsinya melonjak drastis?

Ya. Sepanjang 2011 hingga 2013 kontribusi kecelakaan yang dipicu rasa kantuk melonjak sekitar 693% alias hampir 700%. Edan!!

Sepanjang periode itu kontribusi kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu faktor mengantuk melonjak dari 0,27% menjadi 2,14%. Ada apa?

Data Korlantas Polri menyebutkan, setidaknya setiap hari ada enam kasus kecelakaan akibat mengantuk. Artinya setiap empat jam terjadi satu kecelakaan akibat mengantuk. Banyak diantara kita yang merasakan bahwa rasa kantuk amat mengganggu konsentrasi. Fokus sang pengendara jadi buyar. Boro-boro mau mengantisipasi situasi mendadak, mau merespons yang biasa-biasa saja bisa ngawur.

Ada sejumlah aspek yang bisa menyebabkan rasa kantuk terus mendera tubuh. Aspek utama tentu saja lantaran kurang tidur. Tubuh manusia normal membutuhkan tidur berkisar 6-8 jam setiap hari. Jika kurang dari itu dapat dipastikan rasa kantuk bakal hadir.

Aspek lain yang bikin mengantuk adalah obat-obatan. Pengendara yang mengonsumsi obat-obatan, seperti obat flu, sesaat sebelum mengemudi akan didera rasa kantuk. Setahu saya, satu jam setelah minum obat flu, rasa kantuk bakal hadir.

Oh ya, di sisi lain, rasa lelah alias kecapekan juga bisa bikin mengantuk. Selain itu, aktifitas yang bersifat monoton atau membosankan, misalnya berkendara di jalan lurus yang lapang juga bisa bikin mengantuk.

Keempat aspek tadi patut diwaspadai oleh para pengendara. Bukan apa-apa, seperti ditulis di atas, mengemudi sambil mengantuk bisa memicu kecelakaan lalu lintas. Kolega saya, dokter Andreas pernah bilang, sulit berkonsentrasi merupakan salah satu tanda-tanda rasa kantuk yang membahayakan. Tanda-tanda lain, mulai mengerjapkan mata berulang kali, mulai keluar jalur, dan mengendara dengan menyandarkan kepala bagi pengemudi mobil.

Selain itu, seolah melamun dan melupakan perjalanan selama 10-15 menit yang telah lewat. Seseorang yang sedang mengantuk akan merasa lelah, mudah tersinggung, dan agresif.

Nah, dokter Andreas menyodorkan resep untuk mencegah rasa kantuk. Dia bilang resep mujarab adalah mencukupi kebutuhan tidur, yakni berkisar 7-9 jam sehari. Lalu, tak perlu terburu-buru di jalan. Untuk perjalanan jarak jauh, usahakan ada teman untuk diajak berbincang atau bahkan bergantian berkendara. Selain itu, beristirahatlah setiap dua jam sekali.

edo dan liza pedangdut 2013

Jika mengantuk, saran dokter Andras, berhenti sejenak, minum kopi atau minuman penambah energi, lalu tidur 20-30 menit. “Setelah bangun baru lanjutkan perjalanan,” kata dia.

Oh ya, laman dokter kita bahkan menyebutkan bahwa kekurangan tidur akan berefek sama seperti efek alcohol 0,08.

Saking seriusnya soal mengantuk sambil berkendara melahirkan aturan yang mewajibkan seluruh pengendara berkonsentrasi. Lihat saja di dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yakni pasal 106 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Pencejalasan mengenai ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk,menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Ternyata, ada sanksinya loh. Simak saja pasal 283 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan nermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Jadi, masih mau anggap remeh berkendara sambil mengantuk?

“Kalau mengantuk saya pilih istirahat, setelah segar dan tidak mengantuk barulah melanjutkan nyetir,” ujar Siti Liza, seorang selebritas pada suatu ketika saat berbincang dengan saya.

Bukan kenapa-kenapa, kata dia, dirinya pernah mengalami insiden kecelakaan kecil. Suatu ketika dia dalam perjalanan menuju lokasi shooting. Saat itu, rasa kantuk mulai mendera. Insiden kecelakaan kecil pun terjadi. “Untung sudah di area shooting sehingga banyak crew yang membantu. Tidak ada cedera serius,” tutur pedangdut itu.

Oh ya, yang belum ngeh siapa Siti Liza, lihat aja fotonya di atas waktu ketemu saya di sebuah stasiun televisi dua tahun lalu. Cantik yah? (edo rusyanto)

foto ilustrasi diambil dari sini

2 Komentar leave one →
  1. cvnadagroup2017 permalink
    9 September 2015 09:20

    waw pak..setlh sya baca lagi wodpressnya ternyata sangat bermamfaat sekali…banyak nasehat dan kebaikan didalamnya.

  2. 9 September 2015 13:29

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: