Skip to content

Punya Tiga Moge, Tapi Lebih Suka Naik Kereta

4 September 2015

dino harley_resize

PENAMPILANNYA sederhana. Rambut panjangnya dikuncir ke belakang. Tubuhnya yang tinggi besar mengisyaratkan sang empunya gemar berolah raga.

“Saya suka beladiri, apalagi ayah saya adalah guru beladiri,” papar Dino Martin saat berbincang dengan saya suatu pagi di Jakarta, Kamis, 3 September 2015.

Awalnya kami berbincang seputar portal rekrutmen dan pengembangan data base tenaga kerja di Indonesia. Pria yang sehari-hari menjabat Chief Executive Officer (CEO) PT Karir Komunika Pratama atau karir.com ini ternyata cukup luwes saat membahas dunia otomotif. “Saya pernah bekerja di BMW Indonesia selama enam tahun,” papar mantan Vice President Sales and Marketing BMW Indonesia itu.

Perbincangan pun kian menarik manakala ternyata pria kelahiran tahun 1973 ini memiliki hobi menunggang kuda besi. Di rumahnya di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten dia menyimpan tiga motor gede (moge) keluaran Harley Davidson. Ketiganya dari varian berbeda, yakni Electra, Springer, dan Indian. “Saya juga bikin klub lokal yang kami beri nama De Tetangga,” sergahnya.

Dino mengaku kini di tengah kesibukannya hanya bisa naik moge seminggu sekali. Itu pun lebih sekadar hobi. Walau, sesekali dia juga ikut acara akbar seperti di Yogyakarta, tempo hari. “Saya ikut acara itu tapi tidak suka memakai bunyi-bunyian dan suara sirene,” tutur pria beranak dua itu.

Bahkan, dalam sejumlah kegiatan dia mengajak salah seorang anaknya untuk ikut. Misalnya, kata dia, ketika De Tetangga mengelar buka puasa bersama dan memberikan santunan ke panti asuhan anak yatim piatu. “Saya suka moge tapi tidak suka arogan,” tegasnya.

Di sisi lain, papar dia, dalam aktifitas sehari-hari dia lebih memilih naik kereta ketimbang membawa kendaraan bermotor pribadi. Dari stasiun Jurang Manggu, Tangerang dia memakai kereta menuju kantornya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. “Saya ini roker (rombongan kereta). Selain merasa nyaman, naik kereta juga nyaris tidak terganggu kemacetan lalu lintas jalan Jakarta,” sergahnya, seraya mengeluarkan dua kartu Commuter Electronic Ticketing (Commet).

komuter jakarta 2011

Kereta komuter menjadi salah satu transportasi andalan bagi warga satelit Jakarta. Angkutan umum berbasis rel itu mengangkut warga Tangerang, Bogor, Depok, dan Bekasi menuju Jakarta. Pada 2011, setiap hari rata-rata sekitar 3,7 juta warga sekitar komuter yang merangsek Jakarta. Dari jumlah tersebut sekitar 32% berasal dari Tangerang.

Nah, dari keseluruhan urban dari Tangerang sekitar 51% memakai sepeda motor. Lalu, sekitar 27% memanfaatkan mobil pribadi dan hanya 22% yang menggunakan angkutan umum sebagai sarana transportasi. Tuh kan. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: