Skip to content

Pemobil Ini Pilih “Berdamai” Usai Masuk Busway

3 September 2015

busway dijarah

JAKARTA penuh sesak kendaraan bermotor. Bagaimana tidak, sedikitnya 17,5 juta kendaraan bermotor yang tercatat di wilayah Polda Metro Jaya pada akhir 2014. Wilayah Polda Metro Jaya salah satunya mencakup Jakarta, selain Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Saat ini, dari jumlah kendaraan tersebut terdapat sekitar 4,5 juta mobil. Praktis hampir setiap sudut jalan Jakarta disesaki si roda empat. Pada jam sibuk, jalan tol bak tempat parkir terpanjang. Antrean mobil mengular mengingat di tol Jakarta sepeda motor tidak boleh masuk. Di jalan nontol, antrean mobil juga berjejal. Saking banyaknya mobil yang antre, mereka masuk ke jalur bus Trans Jakarta.

“Saya masuk busway karena di jalan arteri padat banget,” tutur seorang kolega saya, sebut saja Matias, saat kami berbincang di Jakarta, suatu siang.

Bahkan, tambah seorang teman, kadang petugas menyuruh pengemudi mobil untuk masuk busway. Jalur yang semestinya untuk bus Trans Jakarta itu pun akhirnya penuh sesak dengan kendaraan bermotor pribadi. Mulai dari sepeda motor hingga mobil roda empat. “Kalau disuruh masuk, ya saya sih masuk aja ke busway,” tutur dia.

Tapi, kata Matias, dia pernah berurusan dengan petugas. Suatu ketika, ketika kemacetan demikian menggila dia menerobos masuk busway. Namun, apa daya ternyata ada petugas. Jadilah Matias kena semprit.

“Waktu itu saya berkilah sedang terburu-buru dan meminta agar diberi dispensasi. Saya juga minta maaf,” sergahnya.

Sang petugas, kata dia, awalnya tetap akan menindak, yakni memberikan sanksi tilang. Namun, Matias meminta toleransi dan memohon kebijaksanaan agar tidak ditilang. Alasannya, untuk mengikuti proses sidang tilang akan menyita waktu dan merepotkan. “Akhinya, saya minta damai dan ada kode dari petugas agar saya juga bijaksana. Ya sudah, saya ngasih Rp 50 ribu dan akhirnya tidak ditilang,” tuturnya.

Kolega saya menyadari bahwa pilihan ‘berdamai’ yang dilakukan dirinya adalah tindakan keliru dan tidak patut ditiru. Sejak itu, kata dia, dirinya enggan masuk ke busway. Walau, tambahnya, tak jarang muncul godaan untuk memasukan mobilnya ke busway dalam kondisi lalu lintas jalan padat merayap. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: