Skip to content

Lewat Terowongan Ini Mesti Pakai Helm

30 Agustus 2015

hualien_goa1

BILA kita mendengar kata ‘Taiwan’ umumnya yang terlintas di pikiran kita adalah sebuah negara pulau. Lalu, pikiran yang lain adalah kotanya sibuk serta disesaki dengan orang dan kendaraan bermotor.

Tidak ada yang keliru atas pikiran-pikiran itu. Tapi, bagaimana jika disuguhi kata ‘Hualien’? Pasti banyak yang mengernyitkan kening.

Ya. Hualien terletak di bagian timur Taiwan. Jarak dari Ibukota Negara Taiwan, yakni Taipei ke Hualien sekitar 176,5 kilometer (km). Hanya butuh waktu sekitar tiga jam dengan naik kereta api untuk mencapai ke Hualien.

Pertamakali ke Hualien pada 2012 membuat saya terpikat. Pemandangannya yang indah dan udaranya yang sejuk pada Oktober, membuat rindu untuk datang lagi. Disini juga kita bisa belajar sedikit sejarah tentang Taiwan, persisnya di Taman Nasional Taroko.

Sejarah itu tersimpan di gua-gua yang bertengger di gunung-gunung batu Taroko. Pembangunan pertama jalan di Taroko National Park diawali oleh para Tentara Demokratik pimpinan Chiang Kai Sek yang berjuang mendirikan negara demokrasi Taiwan pada 20 Mei 1948. Chiang Ching Kuo pada musim panas 1955 memulai pembangunan Tong Men, jalan bagian selatan wilayah pegunungan itu. Jalan itu melintasi Gunung Qilai. Jalan itu pertamakali dibuka untuk umum 9 Mei 1960. Oh ya, Hualien memiliki 27 gunung dengan yang tertinggi mencapai 3.500 meter dari permukaan laut.

taroko hualien gunung batu

Pembangunan jalan memakan korban jiwa sekitar 200 jiwa. Maklum, saat awal pembangunan menggunakan alat sangat sederhana. Mengandalkan kekuatan tangan. Sebut saja misalnya, pembangunan jalan dan terowongan Swallow Grotto yang memiliki panjang 12 kilometer (km).

Tahun 1979 sempat dibangun ulang karena runtuh, seperti juga kasus 1987 ketika bebatuan jatuh merusak terowongan Eternal Spring Chang Chun. Pembangunan ulang itu selesai tahun 1989. Mei 2000, para tentara yang membangun jalan pada 1955, sempat dikumpulkan oleh pemerintah untuk reuni. Jalan terrsebut bisa menghubungkan Hualien dengan Taichung County.

taroko jalan goa

Sepenglihatan saya, pada 2012, tampak banyak terowongan. Saking banyaknya, pemandu wisata kami, tak bisa menjawab pertanyaan ada berapa terowongan di kawasan berudara sejuk tersebut.

Nah, bagi wisatawan yang berkunjung ke gua-gua yang ada di pegunungan tersebut mesti mengikuti petunjuk keselamatan yang ada. Salah satunya, wajib memakai helm pelindung kepala. Tentu saja, bukan seperti helm bagi pesepeda motor. Helm itu mirip dengan helm proyek pembangunan properti.

Helm tadi bermanfaat untuk menghindari cedera bila terjadi reruntuhan dari tebing atau bagian atas gua. Lumayan loh kalau batu-batu itu menimpa kepala tanpa pelindung helm. Bisa-bisa KO nanti.

Hutan dan pegunungan di taman itu juga menyimpan keanekaragaman flora dan fauna. Termasuk, menyimpan sejumlah air terjun yang sejuk. Nah, salah satunya adalah air terjun di Baiyang. Untuk mencapai air terjun tersebut, wisatawan membutuhkan waktu 40 menit berjalan kaki. Melintasi lima terowongan gelap dan jalan setapak berkelok. Gelapnya terowongan bisa ditaklukan dengan cahaya senter. Namun, curamnya jurang harus ditaklukan dengan kehati-hatian saat melintas.

Pemandangan kian eksotik ketika mendekat air terjun yang cukup tinggi itu. Wisatawan harus melintas di atas jembatan gantung. Sedangkan terowongan atau gua berair jernih menjadi hidangan penutup. Rasa letih perjalanan kaki sepanjang 4,2 kilometer pulang pergi seakan sirna oleh kemolekan pemandangan. Udara dan air sungai yang sejuk seperti memanjakan tubuh. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: