Skip to content

Mengintip TOD Jakarta di Benhil Central

27 Agustus 2015

benhil central jakpus gedung

WAJAH Jakarta terus berubah. Pembangunan properti terus bertumbuh disana-sini. Dalam rentang sepuluh tahun terakhir tak heran jika bermunculan gedung tinggi yang berlomba mencakar langit diberbagai pelosok kota berumur 487 tahun ini.

Di sisi lain, keruwetan transportasi kian meruyak manakala infrastruktur jalan yang ada tak mampu menanggung beban. Saat ini, sedikitnya terdapat 12 juta kendaraan bermotor di Jakarta. Mayoritas dari kendaraan tersebut berasal dari sepeda motor. Jakarta mencatat pertumbuhan kendaraan berkisar 10-15% per tahun, sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,01% per tahun. Jadilah jalan-jalan Jakarta penuh sesak.

Sedangkan jumlah kendaraan bermotor di area Polda Metro Jaya sudah menyentuh sedikitnya 17,5 juta kendaraan. Mayoritas masih didominasi oleh sepeda motor.

Tantangan bagi para Pemerintah Daerah DKI Jakarta adalah membangun angkutan umum massal yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau, terintegrasi, dan ramah lingkungan. Saat ini, kita disuguhi fakta bahwa sedang bergerak pembangunan awal Mass Rapid Transit Jakarta (MRT) sekaligus rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Dua moda angkutan umum ini diharapkan mampu menjadi solusi di tengah karut marutnya wajah kota Jakarta. Khusus MRT, kita lihat di jantung kota sejumlah aktifitas pembangunan sedang berlangsung saat ini. Tahap awal, angkutan ini akan melintasi rute Lebak Bulus, Fatmawati hingga Sudirman. Inilah jalur angkutan umum massal berbasis rel yang membelah pusat ekonomi bisnis Jakarta, seperti kawasan Benhil di bilangan Jl Sudirman, Jakarta Pusat.

Pakar perencanaan infrastruktur dan transportasi Bambang Susantono pernah berujar, pengaturan tata guna lahan dan transportasi sepanjang koridor utama angkutan umum massal lazim disebut dengan Transit Oriented Development (TOD). Pendekatan TOD populer sejak tahun 1990-an sebagai upaya mencegah pembangunan yang tidak terkendali. Cenderung melebar ke pinggiran kota, sehingga berkembang tanpa kendali dan tidak efisien dalam berbagai hal. Di antaranya konsumsi energi, konversi ruang, dan polusi.

MRT dan Pusat Bisnis

Laman jakartamrt.com menyebutkan bahwa MRT Jakarta yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih 110.8 km yang terdiri atas Koridor Selatan – Utara (Koridor Lebak Bulus – Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih 23.8 km dan Koridor Timur – Barat  sepanjang kurang lebih ±87 km.

mrt jakarta stasiun

Pembangunan koridor Selatan – Utara dari Lebak Bulus – Kampung Bandan dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15.7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada 2018. Tujuh stasiun layang tersebut mencakup jalur Lebak Bulus-Fatmawati-Cipete-Haji Nawi-Blok A-Blok M-Sisingamangaraja. Sedangkan enam stasiun bawah tanah terdiri atas Senayan-Istora-Bendungan Hilir-Setiabudi-Dukuh Atas-Bundaran HI.

Lalu, tahap kedua dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8.1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai. “Sedangkan Koridor Timur – Barat saat ini dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024 – 2027,” tulis laman tersebut.

Salah satu pusat bisnis yang dilintasi MRT adalah kawasan Bendungan Hilir (Benhil) di bilangan Jl Sudirman yang sangat dengan kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Disini berdiri banyak gedung perkantoran, pusat perdagangan, hingga pasar uang dan modal. Kelak, bakal hadir pusat bisnis Benhil Central setinggi 40 lantai yang terintegrasi dengan MRT. Di proyek yang ditaksir senilai Rp 1 triliun itu selain pusat perdagangan (trade center) juga akan berdiri hotel berbintang.

Khusus untuk trade center, kelak disini tersedia lebih dari 1.000 kios yang menyediakan beragam barang dagangan, mulai dari fashion; baju, tas, acessories, sepatu, batik, dan baju muslim. Lalu, elektronik dan telekomunikasi. Selain itu, alat tulis, emas, kacamata, jam tangan, dan aksesoris berharga lainnya. Trade center ini akan memiliki target market kelas menengah, dimana pasar terbesarnya adalah kalangan pekerja, jutaan karyawan dan karyawati yang bekerja di sepanjang Jl Sudirman dan Jl MH Thamrin.

“Seharusnya menguntungkan kalau membeli kios atau apartemen di proyek tersebut,” papar pengamat propeti Ali Tranghanda saat berbincang dengan saya di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menambahkan, dari sisi lokasi, proyek tersebut cukup strategis (prime location). Karena itu, harga properti di kawasan ini dalam setahun amat mungkin untuk naik berkisar 10-20%. “Kalau di Benhil memang cocok sekali untuk proyek mixed use,” tukasnya.

Bagi pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna, kehadiran simpul pelayanan atau TOD adalah suatu tempat yang mengintegrasikan layanan angkutan umum massal baik itu MRT, LRT, maupun bus rapid transit (BRT). Kawasan di dekat Semanggi merupakan area yang cocok untuk TOD. Di area berdirinya TOD berisi hunian, komersial, hingga perkantoran. “Masyarakat cukup berjalan kaki atau langsung dapat terlayani oleh sistem transportasi tersebut,” paparnya saat saya tanya di Jakarta, baru-baru ini.

busway motor 2a

Dia menegaskan, TOD tadi harus mampu melayani masyarakat yang tinggal atau bekerja di sekitarnya. Karena itu, TOD yang dibangun harus sesuai dengan tata ruang yang ada. “Dalam membangun TOD para pengembang properti jangan sekadar ikut-ikutan tanpa memahami makna TOD itu sendiri,” tegasnya.

Kehadiran MRT akan berdampak positif bagi Benhil Central yang akan menjadi “hub” bagi masyarakat yang sehari-harinya melakukan aktivitas di sepanjang Jln Jendral Sudirman dan Jl MH. Thamrin. Ali Tranghanda bahkan menilai kehadiran angkutan umum massal itu mampu mendongkrak nilai sebuah properti di kawasan yang dilintasi. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: