Skip to content

Kapok Nerobos Lamer Setelah Dihajar Mobil

27 Agustus 2015

laka mobil dan motor_tmcpolda

AIR wajah pria itu tampak bersungguh-sungguh. Sesekali dia menghembuskan asap rokok kretek. Malam itu kami berbincang seputar masalah keselamatan di jalan raya.

“Kejadian malam itu tak terlupakan oleh saya. Pasalnya, taksi yang saya tumpangi nerobos lampu merah dan akhirnya tertabrak mobil lain dari arah samping. Akibatnya saya luka-luka,” papar eksekutif di salah satu perusahaan swasta di Jakarta itu.

Menurut dia, peristiwa itu memberinya pelajaran berharga agar tidak menerobos lampu merah (lamer). Selain akan merugikan diri sang penerobos lamer, juga bakal merugikan orang lain. “Untuk kesembuhan luka saya waktu itu bahkan saya harus mengonsumsi obat Tiongkok yang saya beli di daerah Glodok,” tambahnya.

Pengalaman adalah guru yang baik. Kemarin adalah kenangan sekaligus bisa jadi pembelajaran, sedangkan hari ini adalah kenyataan. Esok hari adalah misteri. Namun, lewat pembelajaran dari pengalaman yang telah dilalui, kita senantiasa berharap bisa lebih baik lagi pada hari ini dan juga esok hari.

Pengalaman bangsa ini memperlihatkan bahwa mayoritas pemicu kecelakaan adalah perilaku melanggar aturan, seperti misalnya nerobos lamer. Sekitar 41% pemicu kecelakaan lalu lintas jalan adalah perilaku berkendara tidak tertib. Buntutnya, kecelakaan yang terjadi merenggut rata-rata 78 jiwa per hari. Semestinya kita bisa belajar dari pengalaman itu.

Pria muda yang berbincang dengan saya itu, sebut saja Dhani, tampak senang berbagi pengalaman buruknya itu. Tentu dia berharap saya juga bisa belajar dari pengalamannya. Melanggar aturan di jalan hanya menggoda terjadinya petaka atau insiden. “Bersyukur saya bisa pulih lagi dari luka akibat kecelakaan tersebut,” ujarnya.

Di Indonesia, sepanjang sepuluh tahun terakhir, lebih dari 230 ribu jiwa tewas akibat kecelakaan di jalan. Selain itu, lebih dari sejuta orang menderita luka-luka, termasuk mereka yang menderita cacat tetap. Kecelakaan lalu lintas jalan menjadi masalah yang cukup serius di negeri yang kini berusia 70 tahun. Butuh kesadaran semua pihak agar sudi berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. “Semuanya berakar pada masalah mindset. Karena itu, mindset-nya harus diubah,” kata Dhani.

Setuju om. (edo rusyanto)

foto:@tmcpoldametro

Iklan
One Comment leave one →
  1. 27 Agustus 2015 04:11

    Kalo udah kejadian biasanya baru sadar bahwa pelanggaran apapun memang tidak boleh dilakukan

    Butuh Penerjemah? Pusing dengan teks Inggris karena kerjaan menggunung? Kontak saya di arifnrakhman@gmail.com untuk diskusi dan penawaran terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: