Skip to content

Baru Bikin SIM Saat Mau Gabung ke Gojek

26 Agustus 2015

sim keliling

BOLEH percaya atau tidak, kini banyak karyawan swasta yang berminat bermitra jadi pengemudi Gojek. Fasilitas angkutan ojek sepeda motor berbasis online ini kian riuh diserbu peminat. Lihat saja beberapa waktu lalu di kawasan GBK Senayan, Jakarta. Antrean warga yang ingin mendaftar panjang sekali.

“Saya sudah mencoba melamar ikut Gojek lewat SMS. Belum ada kelanjutannya karena saat itu SIM saya belum jadi. Katanya, setelah lewat SMS barulah datang ke lokasi pendaftaran,” ujar seorang pria muda, kita sebut saja Ryan, saat berbincang dengan saya di Jakarta, baru-baru ini.

Pria beranak satu itu kepincut ikut Gojek karena pendapatan per harinya amat menjanjikan. Bila dibandingkan dengan gaji bulanan yang dia peroleh sebagai karyawan bawahan, pendapatan Gojek besarnya berkali lipat. Maklum, dia per bulan hanya mendapat gaji sesuai upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta yang tak lebih dari Rp 2,7 juta.

“Sekarang saya sudah punya SIM, semoga bisa ikut Gojek. Saya sudah SMS sampai 15 kali. Semoga ada respons nih,” ujarnya.

Ryan terpincut karena kabar beredar seorang pengemudi Gojek mampu mengantongi sekitar Rp 300 ribu per hari. Jadi, kalau beroperasi sebanyak 20 kali saja dalam sebulan, sudah mampu mengantongi Rp 6 juta. Bagi Ryan, angka itu tidak sedikit dan jauh lebih besar dibandingkan dengan gajinya saat ini.

Sosok seperti Ryan yang saya ketahui juga tidak sedikit. Setidaknya ada dua orang lainnya di lingkungan kantor yang berminat menjadi mitra Gojek. Salah seorang bahkan sudah melakoni hampir tiga bulan. Kini, di sela pekerjaan utamanya sebagai karyawan, dia memanfatkan waktu menjadi tukang ojek online. “Hasilnya lumayan. Awalnya, dia ngojek minjem motor teman, kini dari pendapatan ngojeknya dia sudah beli motor,” seloroh Budi, begitu kita sebut kolega mitra Gojek itu suatu malam saat berbincang dengan saya.

Budi juga bercerita ada satu lagi temannya di kantor yang berminat menjadi mitra Gojek. Saat ini, sang teman yang satu itu sedang mencoba menjajaki prosedur menjadi mitra. “Walau, saya dengar saat ini yang menjadi prioritas sebagai mitra adalah tukang ojek pangkalan dan orang yang sedang tidak bekerja,” sergahnya.

Pihak Gojek Indonesia mengaku bahwa saat ini di seluruh Indonesia jumlah driver Gojek mencapai sekitar 20 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 ribu berada di Jakarta. Saat ini, Gojek sedang menerapkan tarif promosi jauh dekat Rp 15 ribu. Sedangkan besaran tarif per kilometer dalam masa normal Rp 4.000. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: