Skip to content

70 Tahun Indonesia Merdeka, Ini PR Kita di Jalan Raya

17 Agustus 2015

mobil masuk busway gatsu

BISA jadi para pendiri Indonesia tak pernah membayangkan wajah negeri tercinta seperti saat ini. Di jalan raya, kendaraan bermotor penuh sesak. Maklum, tak kurang dari 60 jutaan kendaraan bermotor yang tercatat saat ini. Dan, masih di jalan raya, kita punya catatan kelam bernama kecelakaan lalu lintas jalan.

Sudah 70 tahun usia negeri tercinta Indonesia. Masih seabrek pekerjaan rumah (PR) yang menanti untuk dibenahi. Mulai dari persoalan sosial, ekonomi, politik, hingga tentu saja persoalan hukum seperti meruyaknya masalah korupsi. Salah satu PR penting yang tak bisa didiamkan begitu saja ada di jalan raya.

Ini dia PR-PR tersebut.

Pertama, keseimbangan infrastruktur jalan dan jumlah kendaraan bermotor. Kita tahu, panjang jalan yang ada di Nusantara belum mampu mengimbangi jumlah kendaraan bermotor yang kini beredar di tengah masyarakat. Sedikitnya, 60 jutaan kendaraan yang tercatat di Indonesia dengan pertumbuhan berkisar 10-15% per tahun. Sedangkan pertumbuhan jalan masih di bawah 5% per tahun. Perlu juga ditingkatkan kualitas jalan yang ada agar tidak lagi ditemui jalan berlubang, bergelombang, atau jalan rusak.

Kedua, transportasi umum massal yang belum memadai. Impian memiliki angkutan umum massal yang aman, nyaman, selamat, terjangkau, terintegrasi, dan ramah lingkungan masih perlu diwujudkan. Saat ini, jumlah angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi amat timpang. Sudah selayaknya para pemerintah daerah dan tentu saja pemerintah pusat, menambah keseriusannya membangun angkutan jalan yang seperti tadi.

Ketiga, jumlah kecelakaan lalu lintas jalan yang tinggi. Sepanjang 10 tahun terakhir, yakni 2005-2014 kita harus rela kehilangan 230 ribuan jiwa anak bangsa akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Lebih dari satu juta orang menderita luka-luka termasuk menderita cacat tetap. Setiap jam, pada 2014, terjadi 11 kasus kecelakaan yang menyebabkan tiga orang meregang nyawa. Ini bukan persoalan main-main. Pemerintah harus mengoreksi target penurunan hingga 50% fatalitas kecelakaan pada 2020 jika tindakan yang dilakukan masih seperti saat ini, yakni kurang tersinergi.

laka 2005 hingga 2014
Keempat, perilaku pengguna jalan yang tidak tertib. Inilah biang kerok terjadinya kecelakaan. Perilaku tidak tertib alias melanggar aturan alias ugal-ugalan menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan di Indonesia. Sekitar 41% kecelakaan dipicu oleh faktor ini. Peningkatan kesadaran bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama mesti terus ditingkatkan.

Kelima, kelengkapan rambu, marka, lampu jalan, dan kamera pengontrol belum maksimal. Selain infrastruktur jalannya yang belum imbang, fasilitas penunjangnya seperti rambu dan lampu penerang jalan belum maksimal. Sejumlah fasilitas penunjang tadi amat vital ketika berbicara soal penegakan hukum. Misal, bagaimana mengukur batas kecepatan maksimal jika tidak ada alat pengukur dan kamera pengawas yang merekamnya? Atau, bagaimana bisa mengatur pengguna jalan untuk mematuhi batas kecepatan maksimal bila rambu jalannya tidak ada?

Keenam, penegakan hukum di jalan. Ini adalah masalah yang paling krusial mengingat faktor utama pemicu kecelakaan adalah pelanggaran aturan di jalan. Kita sadar masih meruyak perilaku patuh ketika ada petugas. Karena itu, kewibawaan para penegak hukum dituntut tampil prima.

Terkait hal ini butuh penegakan hukum yang tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu. Bila pelanggaran bisa ditekan, seharusnya kasus kecelakaan pun ikut melorot.

Ke-6 PR besar tadi masih diiringi banyak aspek lain, seperti misalnya manajemen transportasi jalan yang mesti terus dibenahi. Apa pun itu jalan raya kita masih menempati posisi vital dalam mobilitas warga negara. Mulai dari urusan menuntut ilmu, mengais nafkah, hingga beranjangsana masih membutuhkan jalan raya. Tinggal PR pemerintah dan para pemangku kepentingan keselamatan jalan agar lebih fokus dan tersinergi mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis. Jalan raya yang minim fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan menjadi idaman kita semua. Dirgahayu Indonesia ke-70. Merdeka!! (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: