Skip to content

Teh Tarik Bang Ijal Bikin Segar Tenggorokan

15 Agustus 2015

kopi saring bang ijal

BANYAK lokasi kuliner kondang di Jakarta. Tapi, cobalah yang satu ini, Mie Aceh Bang Ijal. Teh tariknya bikin tenggorokan segar. Mie Aceh-nya? Sudah pasti bikin lidah bergoyang.

Lokasi wisata kuliner yang satu ini terletak di sudut Jl Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan. Buat pesepeda motor yang terkena dehidrasi dan lelah menunggang kuda besi, bisa singgah untuk menyegarkan tenggorokan yang kering. Tentu, sekaligus melemaskan otot-otot yang tegang setelah mengendalikan si kuda besi.

“Biasanya kami pakai tempat ini sekalian buat nongkrong dengan teman-teman,” ujar Ekky penunggang sepeda motor yang tinggal di kawasan Depok, Jawa Barat, saat berbincang dengan saya, suatu siang.
Siang itu saya juga berjumpa dengan seorang tukang ojek dari Gojek yang sedang beristirahat. Rupanya tempat itu menjadi alternatif bagi pesepeda motor yang butuh tempat istirahat sambil berkulineria. “Saya istirahat dulu setelah mengantar lima konsumen,” kata Hasan, sang pengojek tadi.

Dia duduk ditemani segelas kopi hitam yang aromanya menyebar menggoda selera. Sambil menikmati kopi, dia juga asyik menghisap sebatang rokok kretek. Oh ya, disini juga tersedia kopi saring yang proses pembuatannya sesuai namanya. Harganya? Cukup terjangkau, kopi hitam dan kopi saring sama-sama dibanderol Rp 5.000 per cangkir.

Saya memesan segelas teh tarik dan sepiring mie kuah biasa. Proses pembuatan teh tarik pun dimulai. Seorang pemuda yang membantu bang Ijal begitu lincah mengolah teh tarik tersebut. Selain mencampur susu dengan teh, dalam proses pembuatannya dibutuhkan keterampilan, terutama saat menuangkan seduhan teh agar tidak tumpah dan tidak tercecer. Teknik membolak-balik seduhan tadi cukup unik. Bagi anak-anak proses pembuatan itu bisa sekaligus hiburan.

20150809_124919_resized

Bagi yang suka disajikan dalam kondisi dingin, tinggal ditambahkan batu es. Tapi, kalau yang suka menikmatinya dalam kondisi hangat, tentu tinggal diseruput tanpa menambahkan batu es tadi.
Harga satu gelas teh tarik pun relatif terjangkau, yakni Rp 10.000 per gelas. Oh ya, tidak ada perbedaan harga yang disajikan dalam kondisi dingin maupun panas.

Tak berapa lama teh tarik dingin saya sudah tiba di meja kami. Tinggal menunggu mie kuah yang racikan utamanya terdiri atas, sayuran, udang, daging, dan mie. Tentu dipadu dengan bumbu khas Aceh. Saat semua dalam proses pengolahan, aromanya pun langsung menggoda selera.
Benar saja, saat tiba dihidangkan di depan saya, perlahan namun pasti, mie itu berpindah tempat. Giliran lambung saya yang bekerja.

Untuk urusan harga, mie kuah ini tergolong terjangkau, yaitu Rp 15 ribu per porsi.
Lengkaplah kongkow kami siang itu. Seporsi mie kuah Aceh dan segelas teh tarik dingin. Mau mencoba? (edo rusyanto)

Iklan
10 Komentar leave one →
  1. 15 Agustus 2015 07:01

    Ingat loh ya.. Teh nya.. 😳
    http://motomazine.com/2015/08/15/motogp-brno-2015-apes-valentino-rossi-ikut-ikutan-crash-gegara-olinya-pedrosa/

    • 15 Agustus 2015 11:18

      teh nya asyik yah? 🙂

      • 15 Agustus 2015 12:02

        Otomatis.. Haha

  2. 15 Agustus 2015 10:52

    mau mau, kapan?

    • 15 Agustus 2015 11:18

      yuuukk ajak alonrider dong 🙂

      • 15 Agustus 2015 12:28

        Kuburan monitorrrr

  3. amir damanik permalink
    15 Agustus 2015 21:54

    saya sudah hampir 30 tahun selalu minum teh tarik buatan sendiri , bubuk tehnya kalau bisa yang merek goalpara dan di seduh agak medok abis itu tuangkan susu kental manis dan jangan terlalu banyak supaya aroma teh tidak hilang , kalau mau lebih sip lagi pecahkan sebutir telur ayam kampung aduk hingga agak berbusa….hmmmmm sedap

    • 15 Agustus 2015 23:48

      terimakasih tipsnya yah.

  4. 16 Agustus 2015 05:39

    pengen kesana cobain teh tarik!

  5. 16 Agustus 2015 12:02

    Artikel yang bermanfaat.

    Terimakasih

    Just Info :
    Software Klinik Online
    http://www.franiksoft.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: