Skip to content

Berharap Angin Segar Dari Reshuffle Kabinet

13 Agustus 2015

laka 2005 2014

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) baru saja merombak (reshuffle) kabinetnya, Rabu, 12 Agustus 2015. Ada enam menteri yang diganti, termasuk yang bertukar posisi. Adakah harapan baru bagi program pemangkasan fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan?

Salah satu yang di-reshuffle adalah Sofyan Djalil. Pria yang semula menempati posisi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian itu pindah posisi menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dia menggantikan Adrinof Chaniago. Sedangkan posisi awal Sofyan Djalil ditempati oleh Darmin Nasution yang mantan Gubernur Bank Indonesia.

Sedangkan menteri lainnya yang dirombak adalah Menko Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno dan Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo. Selain itu, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

Lantas, dimanakah harapan digantungkan untuk persoalan kecelakaan lalu lintas jalan?
Jawabannya, pada sosok Sofyan Djalil. Loh kok?

Begini ceritanya.

Intruksi Presiden (Inpres) No 4 tahun 2013 tentang Program Keselamatan Jalan Presiden Republik Indonesia tertanggal 11 April 2013 menempatkan Menteri PPN/Kepala Bappenas sebagai koordinator program. Presiden yang saat itu dijabat Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya melihat posisi Bappenas amat strategis dalam urusan pembangunan nasional. Salah satunya, urusan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kita yang terus digerogoti oleh kecelakaan di jalan. Bagaimana tidak, setiap hari 70-an jiwa tewas di jalan raya akibat kecelakaan tersebut.

Nah, Inpres itu dengan gamblang mengatakan bahwa untuk Pilar Pertama, yakni Manajemen Keselamatan Jalan sebagai penanggung jawab adalah Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bertanggung jawab terhadap Pilar Kedua yaitu Jalan yang Berkeselamatan. Sedangkan pilar ketiga, yakni Kendaraan yang Berkeselamatan, penanggung jawabnya adalah kementerian perhubungan. Kemudian, pilar keempat, yakni Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan penanggungjawabnya adalah Kapolri. Terakhir, pilar kelima yang menitikberatkan pada Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan, penanggungjawabnya adalah kementerian kesehatan.

Oh ya, Inpres itu menginstruksikan kepada 12 menteri, Kapolri, 33 gubernur, dan ratusan para bupati dan walikota untuk menggulirkan program keselamatan jalan. Mereka diminta lebih terkoordinasi dalam menjalankan program keselamatan jalan. Seluruh kegiatan yang dilakukan mereka mesti dilaporkan ke Presiden paling sedikit satu kali dalam satu tahun. Pelaporan dilakukan melalui Menteri PPN/Kepala Bappenas. Disinilah letak pentingnya Bappenas sebagai koordinator pelaksanaan program keselamatan jalan. Dengan catatan, Inpres tersebut masih berlaku yah.

Reshuflle telah terjadi. Saya berharap ada angin segar bagi kehidupan jalan raya kita. Jangan lupa, Negara pernah mendeklarasikan target menurunkan fatalitas kecelakaan hingga 50% pada 2020. Artinya, tinggal lima tahun lagi, sanggupkah menurunkan fatalitas yang pada tahun basis, yakni 2011 rata-rata korban tewas 86 jiwa per hari. Saat ini, kita masih mencatat 78 jiwa korban tewas per hari.

Beragam program keselamatan jalan yang sudah dirancang para pemangku kepentingan keselamatan jalan semoga dapat lebih terkoordinasi lagi. Dapat lebih bersinergi lagi. Kita tahu, salah satu barang mahal di negeri ini adalah sinergi. Koordinasi kerap terganjal oleh ego sektoral yang masih cukup kental. Semoga Sofyan Djalil memahami hal ini dan lebih mampu menyinergikan para pemangku kepentingan seperti tertuang dalam Inpres No 4 tahun 2013. Semoga. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 13 Agustus 2015 11:15

    Semoga Kepala Bappenas “memahami” pentingnya hal ini ya Pak Edo…dari sejak digulirkan 2 tahun yang lalu belum ada “gerakan” yang signifikan dari Bappenas. Padahal sebelumnya juga diharapkan sebagai “dirigen” untuk memimpin harmonisasi realisasi RUNK sejak 2010. Semoga….untuk lalu Lintas bangsa kita yang Berkeselamatan…aamiin

  2. 16 Agustus 2015 12:07

    Artikel yang bermanfaat.

    Terimakasih

    Just Info :
    Software Klinik Online
    http://www.franiksoft.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: