Skip to content

Mereka Taat Saat Dipaksa Pakai Infrastruktur

12 Agustus 2015

dipaksa infrastruktur

AKSI arogansi terjadi setiap hari di jalan raya Jakarta. Nggak percaya? Coba tengok sekeliling kita. Ada yang dengan arogan melawan arus. Masuk jalur yang bukan semestinya hingga main sikut saat diusik pengendara lain.

Masih panjang daftar arogansi alias kelakuan tidak tertib saat berlalulintas jalan kalau ditulis disini. Tapi, ternyata kelakuan arogan yang dipertontonkan dengan berkendara tidak tertib bisa dipangkas loh. Salah satu caranya, dipaksa dengan infrastruktur.

Hal itu setidaknya saya lihat di dua titik berbeda di Jakarta. Pertama, di bilangan Jakarta Timur. Di titik ini semula ada celah diantara dua lajur yang berlawanan arah. Celah itu semula ditujukan untuk kendaraan yang masuk ke area mal. Namun, dalam situasi kemacetan yang menggila, celah tadi dimanfaatkan pesepeda motor untuk melompat melawan arus kendaraan. Mereka enggan antre sehingga memaksakan diri melawan arus.

Kedua, di bilangan Jakarta Selatan, persisnya di sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata. Di sisi kiri jalan, yakni dari arah Kalibata menuju ke Jl Raya Pasar Minggu, trotoar jalannya nyaris landai. Artinya, kendaraan bermotor bisa dengan mudah melintas di atasnya. Para pemobil maupun pesepeda motor yang enggan antre di tengah kemacetan kerap melibas trotoar jalan tersebut. Namun, ketika pemerintah daerah meninggikan trotoar jalan sehingga kendaraan bermotor tidak bisa melintas, pemandangan penjarahan hak pedestrian sudah tidak tampak lagi. Setidaknya itu yang saya lihat sehari-hari.

Jurus memaksa para pelanggar agar menjadi disiplin lewat pembangunan infrastruktur bisa cespleng manakala diimbangi kesadaran sang pengguna jalan. Ada juga infrastruktur di bilangan Jakarta Selatan yang “dirusak” oleh para pelanggar. Contonya, tiang besi yang menutup area trotoar dari kendaraan bermotor dirusak dengan cara dibengkokkan sehingga ada celah dan pesepeda motor bisa melintas diatasnya. Niat banget yah?

Selain infrastruktur, jurus paling dahsyat sebenarnya adalah dengan cara penegakan hukum. Lewat penegakan hukum yang tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu niscaya kedisiplinan di jalan raya bisa ditingkatkan. Tinggal pertanyaannya adalah sudikah para penegak hukum melaksanakan hal itu?

Ironisnya adalah ketika perilaku tidak tertib di jalan raya begitu meruyak berdampak pada meningkatnya kecelakaan lalu lintas jalan. Di Indonesia, faktanya sekitar 41% kecelakaan dipicu oleh perilaku tidak tertib alias melanggar aturan di jalan. Artinya, jika perilaku tidak tertib ditekan, kecelakaan bisa menurun. Itu teorinya.

Lantas, kenapa masih ada perilaku tahu tapi tidak mau tahu di jalan raya kita? Anda termasuk yang mana? (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 16 Agustus 2015 12:08

    Artikel yang bermanfaat.

    Terimakasih

    Just Info :
    Software Klinik Online
    http://www.franiksoft.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: