Skip to content

Maaf Motor Dilarang Masuk ke Pulau Ini

9 Agustus 2015

gili wisman berjemur

ANGIN segar berhembus dan cahaya mentari bertebaran dimana-mana. Pemandangan pantai dengan air nan membiru menggoda mata untuk terus memandang. Sejumlah perahu wira-wiri, mulai jenis tradisional hingga speedboat canggih.

Itulah salah satu sudut pemandangan di pantai Gili Air, salah satu pulau dari gugusan tiga pulau yang terkenal di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain Giri Air, di area ini terdapat Gili Trawangan dan Gili Meno.

Pulau ini dapat dijangkau dari Lombok dan Bali. Wisatawan yang hendak berkunjung dari Lombok harus menyeberang dengan menggunakan perahu. Ada dua pilihan, perahu umum yang ongkosnya Rp 15 ribu per orang dan Rp 85 ribu per orang, atau perahu carteran.  “Biaya perahu carteran satu perahu Rp 400 ribu,” ujar seorang awak perahu carteran saat berbincang dengan saya, di dermaga Bangsal, Lombok Utara, Jumat, 7 Agustus 2015 sore.

Sedangkan dari arah Bali bisa menumpang speedboat dengan biaya lebih mahal dan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Soal waktu tempuh, dari dermaga Bangsal sekitar 15 menit. Maklum, dari tiga pulau tadi letak Gili Air merupakan yang terdekat ke Lombok.

Ternyata, wisatawan manca negara (wisman) yang berduyun-duyun ke Gili Air bukan semata menikmati indahnya pantai. Pulau yang penduduk utamanya dari suku Sasak dan Bugis ini punya daya pikat tersendiri. “Disini bebas polusi udara kendaraan bermotor,” ujar Craig R Jones, chief executive officer (CEO) Platinum Hotel Management saat berbincang dengan saya, di Gili Air, Sabtu, 8 Agustus 2015 malam.

Pria kewarganegaraan Australia yang 25 tahun tinggal Bali ini menambahkan, kehadiran kendaraan bermotor juga bisa mengusik ketenangan wisatawan. Mayoritas wisman yang datang ke Gili Air umumnya ingin beristirahat dengan tenang dan nyaman setelah menikmati wisata alam.

gili sepeda bule
“Suara kendaraan bermotor bikin tidak nyaman turis,” tutur pria yang mengelola Giri Air Lagoon Resort ini.

Bagi Aldi, seorang pemandu wisata di pulau terdekat dengan Lombok itu sebagai pengganti kendaraan bermotor adalah sepeda kayuh dan cidomo. Untuk yang terakhir adalah kendaraan sejenis dokar yang ditarik oleh kuda. Roda cidomo terbuat dari ban mobil. “Dengan tidak ada motor jadi bebas polusi dan polisi,” seloroh pria berambut gimbal itu.

Dia menambahkan, harga sewa sepeda Rp 50 ribu, sedangkan sewa cidomo Rp 150 ribu per satu unit.

Makarumpa, penduduk asli Gili Air bercerita bahwa sudah sejak lama wilayahnya tidak memperbolehkan sepeda motor wira-wiri di jalan-jalan pulau. Bahkan, tambahnya, ada seorang penduduk setempat yang mencoba membawa sepeda motor dalam rangka acara syukuran. Lalu, oleh penduduk yang lain hal itu ditentang. Dia disarankan seusai syukuran sepeda motornya disimpan di Lombok daratan.

gili sepeda edo
“Sudah lama, lebih dari lima tahun kami tidak mengizinkan sepeda motor disini. Alasannya, nanti para turis yang datang menjadi tidak betah karena bising dan polusi udara,” sergah pria berkacamata yang memakai sarung ketika berbincang dengan saya, Sabtu.

Namun, kata Makarumpa, pihaknya masih mengizinkan sepeda listrik untuk berseliweran di pulau yang dikunjungi ribuan turis asing ketika musim libur tiba. Masa puncak kunjungan turis asing ke Giri Air terjadi sepanjang Juli hingga September. “Biasanya, ketika musim dingin dan libur di Australia pada Agustus, kunjungan turis ke Gili Air tinggi. Resort yang saya kelola menjadi kebanjiran tamu,” kata Craig.

Djaja Roeslim, president director PT Trias Jaya Propertindo (TJP) yang membuka bisnis penginapan di Gili Air mengaku setuju dengan aturan yang dibuat masyarakat setempat. Walau, terkait hal itu pihaknya harus merogoh ongkos tambahan, yakni membayar upah mengangkut material bangunan dari dermaga ke lokasi proyek.

Begitu juga seorang wisatawan domestik asal Jakarta yang sempat saya temui. Dia bercerita, aturan seperti itu bisa membuat suasana pulau menjadi lebih nyaman.

Ya. Gili Air adalah salah satu dari tiga pulau yang kini menjadi incaran para turis asing maupun domestik untuk berlibur di Lombok. Ketiga pulau mempunyai positioning masing-masing. Ketiganya juga menerapkan aturan yang sama. Pulau yang paling terkenal, yakni Gili Trawangan memiliki positioning sebagai destinasi liburan pesta anak-anak muda. Lalu, Gili Meno menjadi tujuan wisata pasangan muda untuk berbulan madu. “Kalau Gili Air menjadi destinasi liburan para keluarga,” tutur Craig.
IMG-20150808-05003

Liburan menjadi lebih nyaman ketika suasana yang dibangun menjadi tenang dan damai. Kepenatan seusai menikmati keindahan alam terlunasi dengan beristirahat yang tenang tanpa kebisingan dan polusi udara. Ok deh pak. Lanjut. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 9 Agustus 2015 14:15

    Demi menjaga kebersihan udaranya

    English-Indonesian Translator PING! me 56D75321

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: