Skip to content

Melihat Raung Meraung dari Puluhan Ribu Kaki

8 Agustus 2015

20150807_095644_resized

GUNUNG Raung meraung. Itulah yang menjadi pembicaraan di kalangan media dan masyarakat belakangan ini. Gunung api yang terletak di Provinsi Jawa Timur itu terus mengeluarkan semburan abu vulkanik.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), raungan gunung itu sempat membuat bandara Ngurah Rai, Bali ditutup sementara. Begitu juga bandara di Banyuwangi. Coba saja simak black berry messenger (BBM) yang saya terima dari Sutopo, Kamis siang, 6 Agustus 2015.

GUNUNG RAUNG MAKIN MERAUNG, BANDARA NGURAH RAI DITUTUP

Aktivitas vulkanik G. Raung di Jawa Timur terus meningkat dalam 5 hari terakhir. Sebaran abu vulkanik dari letusan G.Raung makin tebal dan meluas. Berdasarkan data PVMBG, tremor masih menerus dengan amplitudo 8-32 mm dominan 31 mm. Ini mengindikasikan suplai magma ke permukaan kawah masih berlangsung. Asap kelabu tebal dengan tekanan lemah, tinggi 1.000 meter ke Selatan-Tenggara. Letusan strobolian masih menerus. Dengan tipe magma yang encer dan miskin gas maka tidak akan ada letusan yang besar. Terlihat cahaya api dan suara gemuruh lemah-sedang. Status Siaga (level 3). Radius 3 km harus kosong dari aktivitas masyarakat.

Berdasarkan citra Satelit Himawari pada 6-8-2015 pukul 08.00 Wib, sebaran abu meluas ke Selatan-Tenggara. Jarak terdekat debu vulkanik dari Bandara Ngurai Rai hanya sekitar 18 km. Kondisi demikian menyebabkan bandara Ngurah Rai ditutup sementara pada pukul 11.00-17.00 Wib berdasarkan NOTAMN A1635/15.

Hujan abu vulkanik terjadi di Kec Songgon, Sempu, Singojuruh, Glenmore, Genteng, Pesanggrahan, dan Kalipuro Kab Banyuwangi. BPBD Banyuwangi membagikan 4,250 masker kepada masyarakat. Bandara Blimbingsari di Banyuwangi juga masih ditutup.

Sementara itu, gempa 5,3 SR dengan pusat gempa di dasar laut di 145 km tenggara Klungkung Bali pada kedalaman 10 km pada 6-8-2015 pukul 12.05 Wib hanya dirasakan lemah di Klungkung. Masyarakat tidak panik. Aktivitas masyarakat normal.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

20150807_113351_resized
Gambar-gambar Raung saat meraung yang ditayangkan siaran televisi maupun media online memperlihatkan abu vulkanik pekat yang membubung ke angkasa. Media menyebut lambungan debu hingga satu kilometer ke angkasa. Dahsyat.

Nah, kebetulan pada Jumat, 7 Agustus 2015 pagi saya mendapat tugas kantor ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pesawat yang kami tumpangi, Batik Air, terbang di tengah udara yang cerah. Jadilah ada kesempatan melihat pemandangan dari atas langit bagaimana Raung sedang meraung.

“Lihat itu Gunung Raung. Asapnya tinggi sampai langit,” ujar teman saya, Latief sambil menunjuk ke arah luar jendela.

20150807_113403_resized

Posisi saya yang ada di bagian tengah dari tiga kursi pesawat Batik Air pun mencoba mendekat ke jendela. Sambil menyiapkan kamera jadilah jepret sana jepret sini. Tampak bagaiman abu vulkanik yang berwarna hitam itu menjulang ke angkasa. Dari balik jendela terlihat pemandangan yang tidak biasa saya lihat.

Pesawat terus melaju. Sekitar pukul 13.00 waktu Indonesia bagian tengah (WITA) kami tiba Bandara Lombok. Perjalanan dengan pesawat milik Lion Group itu cukup memberi pemandangan yang tidak biasa. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 8 Agustus 2015 11:07

    Gak mau kalah sama bromo dan kelud nih, makanya pasang aksi juga 😀

    English-Indonesian Translator PING! me 56D75321

  2. 9 Agustus 2015 07:29

    aku kapan?

    *Pedrosa Menang di Indianapolis
    http://wp.me/p1Foe8-3p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: